Kisaran (SIB)- Sebanyak 30 guru pendidikan Agama Katolik, guru pendamping murid beragama Katolik ikuti optimalisasi kinerja tingkat dasar dan menengah. Acara digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan, di Aula Hotel Bintang Kisaran, baru-baru ini.Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Bimas Katolik Kantor Kemenag Asahan, Lusia Saragi SAg kepada SIB, Senin (28/4) menjelaskan, optimalisasi dilakukan agar guru agama sekolah negeri dan swasta memenuhi mutu pendidikan sesuai standar pemerintah.Dijelaskan, saat membuka optimalisasi, Kakan Kemenag Asahan, Dr H Syafi’i MA berharap, guru lebih disiplin dalam semua hal. Disiplin adalah kunci utama memajukan mutu pendidikan untuk peradaban kehidupan.Kasi Penyelenggaraan Bimas Katolik Kanwil Kemenagsu, Dra Yulia Sinurat MPd, selaku narasumber menegaskan, guru agama adalah pewarta. Walau tugas gereja, mereka yang melakukan adalah orang-orang terpanggil. Karena itu, perlu kompetensi memahami karakteristik peserta didik dan cara variatif dalam menyapanya.Sementara narasumber lain, Pastor Yohanes Rudi Kartolo O.Carm menyajikan materi berjudul “menjadi teladan dan pengajar imanâ€. Guru harus dihargai, dikembangkan sebagai profesi bermanfaat sebagaimana amanat UU No 19 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Harus profesional dalam fungsi. Peran dan kedudukan sangat penting guna mencapai visi pendidikan 2015, menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif.(D1/ r)