Siswa SMK di Wonogiri Ciptakan Orang-orangan Sawah Berbasis SMS

- Rabu, 21 September 2016 18:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Wonogiri (SIB)- Orang-orangan sawah biasa digunakan petani untuk menakut-nakuti dan mengusir burung dan hama sawah agar tidak  merusak hasil tanam. Orang-orangan sawah juga kerap dilengkapi lonceng sehingga menghasilkan bunyi. Untuk membuatnya bergerak biasanya petani mengikatkan tali pada orang-orangan sawah dan menariknya dari kejauhan atau cara sederhana lainnya dengan memanfaatkan angin.Namun orang-orangan sawah yang dibuat oleh sekelompok siswa SMK dari Wonogiri tak memerlukan hal itu. Meski tanpa bantuan angin, dan tanpa ditarik menggunakan tali manual, orang-orangan sawah tetap dapat bergerak dan efektif mengusir burung dan hama sawah.Mereka adalah siswa dari SMK N 2 Wonogiri yang berhasil menciptakan orang-orangan sawah berbasis Short Message Service (SMS). Cara kerjanya cukup sederhana. Orang-orangan sawah dihubungkan dengan receiver dan Arduino. Arduino merupakan pengendali mikro single-board dan dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Arduino ini juga sudah dipasang kartu provider.Setelah menerima pesan, arduino menggerakkan motor yang berfungsi menarik tuas dan sudah terhubung langsung dengan orang-orangan sawah. "Petani dengan ponselnya tinggal SMS saja ke nomor kartu yang sudah dipasang di arduino itu, secara otomatis orang-orangan sawah akan bergerak sendiri. Jadi diam di rumah pun petani bisa mengusir hama," kata Anhar Mufti, salah satu siswa perancang orang-orangan sawah berbasis SMS kepada wartawan, Kamis (15/9) siang.Hal serupa juga berlaku untuk menghentikan gerak orang-orangan sawah.Untuk menghasilkan bunyi-bunyian, orang-orangan sawah juga dilengkapi lonceng. Untuk membuat alat tersebut ia bersama tiga temannya hanya menggelontorkan kocek sebesar Rp 500 ribu rupiah saja. Kendati demikian ia mengungkapkan inovasinya itu ke depannya dapat dikembangkan sehingga petani dapat mengatur waktu untuk menggerakkan dan mematikan orang-orangan sawah secara otomatis."Kalau saat ini untuk menyalakan dan mematikan perlu dua kali SMS, kemungkinan bisa satu kali SMS kita harus atur dulu timernya," kata dia. (R04/l)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi