Kemendikbud Gelar IYF di Bali

- Rabu, 12 Oktober 2016 18:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/10/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Gianyar (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  menggelar "International Youth Forum" (IYF) atau Forum Pemuda Internasional 2016 melibatkan 160 pemuda utusan dari 39 negara yang berlangsung 9-14 Oktober 2016 di Bali."Kegiatan tersebut mengusung tema 'Culture for an Inclusive Sustainable Planet'," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud  Hilmar Farid ketika membuka kegiatan tersebut di Wantilan Pura Desa Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu.Ia mengatakan, forum internasional yang melibatkan 160 pemuda dari 39 negara itu  akan berperan serta  dalam serangkaian aktivitas termasuk sesi pertukaran budaya, diskusi kebudayaan dan kegiatan interaktif dengan penduduk lokal di desa tradisional Pulau Bali. Desa Bedulu bersama Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, serta Desa Bongan, Kabupaten Tabanan akan menjadi tempat kegiatan International Youth Forum 2016.Ke-160 peserta dari berbagai negara di belahan dunia itu akan disebar ke empat desa tersebut selama enam  hari.Hilmar Farid menuturkan, kegiatan IYF merupakan salah satu kesempatan bagi para pemuda untuk berbicara kepada masyarakat luas mengenai persoalan-persoalan dunia khususnya berkaitan dengan kebudayaan."Melalui kegiatan itu diharapkan para pemuda terlibat langsung dalam masyarakat, salah satunya dengan melalui penguasaan teknologi pada era yang semakin berkembang pesat," ujar HilmarHilmar menjelaskan alasan memilih Bali dan Desa Bedulu, Gianyar khususnya sebagai tempat penyelenggaraan International Youth Forum, karena merupakan salah satu tempat yang mempunyai sejarah,  dimana kebudayaannya masih terjaga dan mendapat tempat yang sangat penting dalam suatu organisasi kehidupan yang ada di Bali."Semua itu merupakan media belajar yang sangat tepat bagi kaum pemuda dan dunia, kita ambil saja tata kehidupan di desa, dimana dari segi kesenian, ritual sampai tata kehidupan sosial yang mampu menjadi media interaksi masyarakat mancanegara," ujar Hilmar Farid.Sementara itu, Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata dalam sambutan tertulis  yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan setempat, I Gusti Ngurah Wijana menilai Desa Bedulu Desa Bedulu merupakan daerah bersejarah bagi masyarakat Bali karena merupakan tempat yang menghasilkan konsensus tentang berdirinya sistem adat dan lahirnya konsep Tri Hita Karana serta berbagai jenis  peninggalan purbakala juga banyak ditemukan di Desa Bedulu."Dari konsep Tri Hita Karana mengajarkan bahwa hidup harus diwujudkan dalam berbagai keharmonisan, antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan lingkungan alam. Oleh sebab Pulau Bali menjadi tentram, dengan terjadi harmoni dan kebersamaan antar sekte-sekte sebelumnya, ujar Bupati Gianyar. (Ant/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi