Sei Kepayang (SIB)- Sekolah dasar negeri No 017127 Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, butuh perhatian pemerintah kabupaten Asahan melalui dinas pendidikan dan dinas pekerjaan umum. Pasalnya, jalan menuju sekolah tersebut belum ada dan halaman sekolah serta pekarangannya selalu digenangi air karena posisi tanah hampir sama rata dengan permukaan sungai.Amatan SIB, Sabtu (8/10), posisi sekolah berdekatan dengan sungai yang menyebabkan lingkungan pekarangan sekolah selalu banjir bila air laut pasang, ditambah akses jalan menuju sekolah tidak ada, terpaksa harus melewati tanah warga yang berlumpur, diperparah lagi halaman yang berlumpur memaksa anak murid tidak bisa melaksanakan kegiatan ekstra terlebih upacara bendera setiap Seninnya.Rolisah (40) orang tua siswa mengaku keadaan seperti itu sudah lama berlangsung, diperparah musim hujan membuat anaknya tidak bisa memakai sepatu ke sekolah, " Sekolah ini sudah puluhan tahun ada, tetapi jalan dan halamannya masih seperti itu, anak - anak tidak bisa memakai sepatu jika sekolah " keluhnya mengingat 3 orang anaknya masih duduk di sekolah tersebut.Ibu ini juga mengatakan, tidak adanya perhatian pemerintah selama ini untuk melakukan pembangunan jalan dan halaman sekolah, agar anak - anak bisa semakin giat kesekolah terlebih dalam pelajaran ekstrakurikuler yang memakai halaman sekolah, " Seharusnya pemerintah ada perhatian kesekolah ini, supaya anak murid bisa giat kesekolah dan bisa belajar dengan baik seperti di sekolah lain," ucapnya sambil menyatakan sekolah tersebut satu-satunya SD yang berada dekat di daerah tersebut.Hal senada dikatakan Hj. Bibah (57) guru wali kelas menyebutkan, keluhan guru pengajar selama ini hanya kondisi jalan yang belum ada dan halaman yang selalu digenangi air, memaksa guru harus meniadakan kegiatan pelajaran yang membutuhkan halaman sekolah, " Guru - guru juga harus membuka sepatu jika masuk sekolah, dan upacara bendera jarang dilaksanakan juga mata pelajaran yang berhubungan dengan halaman sekolah, karena selalu berlumpur dan tergenang air " ucapnya sambil mengatakan jika air laut pasang, dampaknya ke halaman sekolah tergenang air laut. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Dra NH Manurung kepada SIB mengatakan, sudah berulang kali keluhan tersebut disampaikan dan dibawa dalam Musrenbang, tetapi belum ada hasilnya. " Dalam musrenbang sudah berulang kali di mohonkan agar jalan dan halaman sekolah tersebut diperbaiki, hingga kini belum ada realisasi dari dinas terkait " katanya.Disaat monitoring, lanjutnya, saya harus membuka sepatu masuk ke sekolah tersebut. " Jika ke sekolah itu, saya terpaksa membuka sepatu agar bisa berjalan masuk kesekolah "lanjutnya mengingat kepala sekolah sd tersebut sudah pensiun, mewajibkannya selalu melakukan monitoring sebelum datang pengganti.Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Desa Sei Nangka, Indra Gunawan, kepada SIB mengatakan, jalan menuju sekolah tersebut sudah dibawa dalam musrenbang dan menjadi prioritas dalam anggaran tahun 2017. "Masalah jalan itu sudah direncanakan dibangun dan menjadi prioritas pada tahun 2017, sesuai program pemerintah kabupaten asahan " pungkasnya. (RS/D20/l)