Kurikulum 2013 Disosialisasikan di Induk Klaster SMAN 19 Medan

- Rabu, 16 November 2016 17:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/11/hariansib_Kurikulum-2013-Disosialisasikan-di-Induk-Klaster-SMAN-19-Medan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Danres Saragih
PELATIHAN : Kepsek SMAN 19 Medan Renata br Nasution SPd MSi, Eddyanto Bangun SPd MSi, Lasrin H Siregar SPd MSi, H Situmeang SH dan lainnya diabadikan saat penutupan pelatihan K- 13, Jumat (11/11) di SMAN 19 Medan.
Medan (SIB) -Untuk menyamakan persepsi tentang revisi kurikulum 2013 (K-13) yang diberlakukan secara nasional 2016/2017, SMAN 19 Medan selaku induk klaster menggelar pelatihan implementasi K-13 kepada guru anggota klaster SMA Dr Wahidin, SMA Methodist-8, SMA Yos Sudarso dan SMA Hangtuah Belawan dilaksanakan selama 5 hari, 7-11 November 2016 di SMAN 19 Medan.Kepala SMAN 19 Medan Renata br Nasution SPd MSi di sela-sela penutupan pelatihan K-13, Jumat (11/11) mengharapkan, dengan adanya pelatihan K-13 tidak ada kurikulum yang simpang siur di setiap sekolah. "Pada Juli 2016 lalu keluar Permendikbud kurikulum 2013 dan saat ini belum tersosialisasi dengan baik, sehingga dengan adanya pelatihan ini dapat menyeragamkan dan menyamakan persepsi untuk K-13 ini," harapnya.Kepada seluruh guru peserta pelatihan, Renata mengingatkan, setelah kembali ke sekolah masing-masing dapat menerapkan K-13 tidak lagi menggunakan kurikulum 2006 yang disebut kurikulum satuan pendidikan. Sehingga yel-yel "kurikulum 2013, maju bersama, hebat semua" dapat tercapai.Sementara Kepala SMA Yos Sudarso Drs Marulak Sipayung MMis didampingi Kepala Methodit-8 Drs Haron Wilson Nainggolan mengatakan, K-13 lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian.Penilaian yang dilakukan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessmet for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).Penilaian autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya.Narasumber Disdik Kota Medan, LPMP, Guru SMAN 2 Medan Eddyanto Bangun SPd MSi, Osman Sibero SPd dan hadir juga Ketua Komite SMAN 19 H Situmeang SH, Aisyah Daulay SPd dan lainnya.Panitia K-13 SMAN 19 Medan, Penanggungjawab Renata br Nasution SPd MSi, Ketua Sunarti SPd, Sekretaris Eva Fitra SPd MSi, Bendahara Tiodor Marpaung, Seksi Konsumsi Lasrin H Siregar SPd MSi (Humas SMAN 19 Medan), Seksi Dokumentasi Dra Syamsiah, Seksi Tempat Dra Mariaty Tampubolon dan Operator Lily Elvira. (A14/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi