Guru: Kekerasan Terhadap Siswa Rusak Citra Pengajar

- Rabu, 23 November 2016 21:25 WIB
Jakarta (SIB)- Kekerasan terhadap siswa biasanya merupakan tindakan yang dilakukan guru kepada pelajar di sekolah dengan dalih mendisiplinkan siswa, dan perbuatan tersebut yang kadang-kadang terjadi di sejumlah sekolah membuat beberapa guru merasa citranya rusak akibat pengajar yang salah didik.Sejatinya tidak ada guru yang melakukan kekerasan pada siswa ataupun memberi kerugian yang berdampak buruk bagi siswa. Jika guru memberi hukuman itu yang mendidik bagi murid. Kata Guru Kimia, SMAN 4 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Nurlaili, saat dimintai komentarnya tentang peringatan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November."Memang ada kejadian guru yang kurang pantas terhadap siswa. Itu sangat mencoreng nama baik dan citra guru Indonesia," kata Nurlaili.Namun guru perempuan ini meminta kepada masyarakat untuk melihat kejadian tersebut dari kasus per kasus sehingga tidak menyamaratakan pendapat bahwa tidak setiap guru melakukan kekerasan terhadap siswanya. Karena itu dia minta para orang tua untuk bekerja sama dengan guru untuk menghindarkan terjadinya tindak kekerasan di dalam sekolah.Sementara itu ketika ditanya tentang sering terjadinya perubahan kurikulum, Nur menyatakan, karena mereka adalah pelaksana di lapangan tentang kebijakan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maka mereka hanya bisa melaksanakan."Kami hanya orang lapangan, hanya menjalankan kebijakan pemerintah bukan penyusun kurikulum, jadi jalanin saja," UjarnyaBaru-baru ini seorang siswa kelas I SMPN 3 Pallangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, yang tertusuk ujung pulpen gurunya berinisial Mu, telah selesai menjalani operasi di klinik mata. Karena itu Nurlaili mengimbau bahwa jika sudah terjadi kasus tersebut masyarakat harus melihat berdasarkan kasus perkasus dan bukan menyamaratakannya. Siswa tak tahuSementara itu beberapa siswa ketika ditanya tentang Hari Guru Nasional mengungkapkan bahwa mereka tidak tahu tentang peringatan tersebut. Seorang siswi kelas 1 SMAN 4 Tambun Selatan bernama Berliana Puteri menyatakan hal itu."Gak tau" kata Berliana Puteri namun belakangan dia menyatakan tahu tentang peringatan hari guru setelah melihat poster tulisan peringatan Hari Guru. Sementara seorang pelajar SMP Ilham, juga menyatakan ketidaktahuannya tentang Hari Guru. "Gak tau" akan tetapi Ilham menyatakan bahwa setiap peringatan Hari Guru diselenggarakan kegiatan yang sering disebut "class meeting" di sekolahnya.  Namun sebaliknya ada juga siswa yang mengetahui peringatan Hari Guru. Siswa tersebut bernama Gilang Dwi Putra Nugroho kelas 1 SMAN 4 Tambun Selatan, dia mengakui bahwa setiap peringatan hari guru biasanya diadakan lomba-lomba antarkelas dan seluruh murid diminta mengenakan pakaian batik. Berbeda dengan yang diungkapkan Milla Mutiara Noor, siswa kelas 3 SMAN 4 Tambun Selatan, setiap peringatan Hari Guru dilaksanakan upacara kemudian mengasih penghargaan kepada guru.Ketika dimintai komentar tentang makna Hari Guru, kedua siswa tersebut memaparkan bahwa peringatan Hari Guru adalah untuk memperingati pahlawan tanpa tanda jasa yaitu guru yang sudah mengajarkan dan mendidik mereka. "Kita harus ingat bahwa guru adalah orang yang berjasa untuk kita. Tanpa dia, kita tidak tahu apa-apa, dan buat kami, Hari Guru adalah hari yang spesial," kata Milla. (Ant/y)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi