JAKARTA (SIB) -Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud) optimistis tidak akan kesulitan mendistribusikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak yatim piatu di seluruh Indonesia.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, pemberian KIP pada anak yatim piatu di seluruh Indonesia, merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan di masyarakat."Kemdikbud yakin tidak ada masalah besar yang dihadapi pemerintah dalam mendistribusikan KIP untuk anak yatim piatu ini, mengingat nama dan alamat sudah tertera di setiap panti asuhan," kata Muhadjir di halaman Masjid Al Djunaid, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Bumirejo, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/1).Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Pekalongan, sebanyak 236 siswa yatim piatu dari jenjang SD hingga SMA/SMK se-Kota Pekalongan hadir untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengingatkan, masyarakat sangat berperan dalam menyukseskan program kerja pemerintah."Kemdikbud mengharapkan dukungan dari segenap lapisan masyarakat agar upaya mulia ini dapat diwujudkan sehingga putra-putri bangsa kita semua tanpa kecuali dapat mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang kualitasnya terus-menerus kita tingkatkan," tutur Muhadjir.Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, KIP merupakan upaya untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Nanti semuanya akan diberi Kartu Indonesia Pintar sehingga semua anak-anak yatim bisa bersekolah," kata Presiden Jokowi.Sementara itu, salah satu siswa yatim SMP Islam Pekalongan kelas VII, Abu Bakar Sidik akan menggunakan manfaat PIP untuk keperluan sekolah. Bahkan, ia berkjomitmen menyisihkan dana PIP untuk tabungan hajinya. "Selain untuk keperluan sekolah, saya juga mau menabung supaya bisa naik haji," ujarnya.Sementara itu, pelajar SMPN 4 Pekalongan kelas VII, Murniasih akan menggunakan dana manfaat PIP untuk membeli buku dan sepatu. (Rol/c)