Kisaran (SIB)- Untuk membentuk karakter kepedulian sosial kepada masyarakat, belajar saling berbagi dan mengasihi antar sesama tanpa memandang suku dan agama, Siswa Kelas VIII SMP Methodist Kisaran mengadakan bakti sosial (baksos).Menurut Fato Fadaho Manaho, salah seorang guru kepada SIB, Senin (13/3), kegiatan ini bertujuan memberikan sarana kepada siswa-siswi supaya dapat mendalami arti hidup bersyukur kepada Tuhan, sembari merefleksikan kehidupan mereka sendiri. Kemudian, dapat mewujudkan nilai serta etos juang dengan hidup bersama masyarakat serta belajar peduli terhadap orang lain.Selain itu, lanjut Fato Fadaho, mengajarkan kepada anak untuk peduli kepada sesama itu lebih penting daripada ilmu, karena dengan peduli kita memberi manfaat kepada diri kita sendiri dan sesama. Dan bakti sosial ini memberikan manfaat bagi tetangga, yakni warga sekitar SMP Methodist Kisaran, ujar guru agama dengan bijak.Seperti diceritakan siswa, kegiatan bakti sosial berawal dari tugas yang diberikan guru agama kepada siswa kelas VIII untuk kegiatan baksos. "Untuk kelas VIII (kelas II) yang berjumlah 31 siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing kelompok berjumlah 7 orang. Untuk kelompok kami dengan nama kelompok Immanuel terdiri atas Sarah, Effel, Ragel, Naomi, Ferdinan, Jon Herbert serta Christian kemudian menindak lanjuti tugas yang diberikan guru tersebut."Sambung Sarah, Naomi dan Effel, mengadakan bakti sosial kan harus ada dana, sementara sekolah tidak memberikan dana. Kelompok mereka pun mengumpulkan dana secara patungan yang diberikan orang tua ataupun dari uang jajan sendiri. "Kami tidak minta sumbangan dari orang lain. Untuk survey terhadap keluarga tidak mampu yang akan menerima pun kami garap sendiri," ujar Sarah, Effel dan Naomi bergantian."Ada hal menarik dari baksos kami," ujar kelompok Immanuel. Uang yang terkumpul dari patungan itu sebenarnya hanya bisa membeli 2 paket berisi beras, gula, minyak makan dan telur. "Namun, ketika kami membeli sembako di Pasar Bakti, salah seorang pedagang tempat kami membeli sembako bertanya kepada kami, untuk apa adik-adik membeli sembako, lalu kami menjelaskan tujuan kami. Mungkin tujuan kami ini indah, tidak disangka, pedagang tersebut malah menyumbangkan 3 paket sembako. Kelompok Immanuel sangat bersyukur."Sore hari, kelompok Immanuel menyalurkan 5 paket sembako kepada keluarga Herlina br Hutasoit, Ratna Br Panjaitan, Daud/Raimah br Nasution di Jalan Gajah Kampung Tahu serta Lastri dan Lambria di Jalan Patimura Ujung, Kisaran, ujar Sarah, Naomi, Effel, Ragel, Ferdinan, Jon serta Christian senang dan bangga. (D03/h)