Komitmen dan Keikhlasan Adalah Ciri Utama Sekolah Berkarakter

- Rabu, 19 April 2017 20:54 WIB
Tangerang (SIB) -"Sebagai guru kita harus adil. Kita berjuang mati-matian menuntut kesejahteraan dan kenyamanan, namun kita sering kali membiarkan murid belajar dalam lingkungan yang gersang, ruang kelas yang berdebu dan penuh coretan, perpustakaan yang tidak nyaman, kamar kecil yang kotor, serta halaman yang tidak rapih. Keadaan lingkungan yang tidak nyaman akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar peserta didik. Kita seringkali memarahi murid ketika hasil belajar mereka tidak bagus, sementara kita tidak berupaya untuk tampil cerdas, serta seringkali tidak peduli dengan kenyamanan dan suasan hati mereka. Kita kondisikan mereka belajar dengan cara yang monoton dan satu arah. Kita menuntut murid untuk cerdas, sementara kita enggan untuk belajar. Semua ini adalah bentuk ketidakadilan dalam dunia pendidikan."Pernyataan tegas itu disampaikan oleh  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Drs Hadisa Mansyur MM  saat membuka Pelatihan Kelompok Kerja Guru (KKG), Cikupa, Tangerang, Banten, Jumat (14/4).Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Dinas Pendidikan, MKKS, dan PGRI. Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua PGRI Kecamatan Cikupa  Harmen Syam, pengurus  Indonesia Bermutu (IB) HE Afrizal Sinaro, dan Zulfikri Anas selaku narasumber nasional Kurikulum 2013 yang juga penulis buku Kurikulum untuk Kehidupan.Untuk itu, kata Hadisa, menjadi guru harus cerdas, sabar, ramah, rapi dan santun. "Selalu tersenyum sekalipun kita sedang berada dalam persoalan yang berat. Ibarat seorang pramugari, pesawat yang sudah hampir jatuh pun, ia tetap berusaha tersenyum agar penumpang tidak panik," ujar Hadisa, Sabtu (15/4).Hadisa mengemukakan, modal utama seorang guru adalah keikhlasan, komitmen, kesabaran, kecerdasan, dan ketenangan. "Dengan cara itu, insya Allah setiap yang kita lakukan akan memiliki nilai ibadah. Bila demikian, tidak usah khawatir kesejahteraan tidak akan terwujud karena profesi sebagai guru, bila dijalankan dengan baik, merupakan menjadi jaminan untuk mendapatkan kenyamanan hidup dunia dan akhirat," ujarnya.Hadisa mengatakan, murid adalah investasi jangka panjang yang akan menjadi penyelamat bangsa ke depan. "Untuk mewujudkan semua itu, kami sebagai aparatur pemerintah menyediakan waktu yang seluas-seluasnya bagi kita semua, terutama guru, kepala sekolah, dan pengawas. Bila ada persoalan, jangan segan-segan untuk menemui kami, dan kami berkomitmen, semakin cepat kita mengatasi persoalan, berarti kita semakin menghargai profesi kita," katanya.Kepala Bidang Sekolah Dasar Mamat Mathlubi MPd menambahkan, dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, terutama murid-murid kita, semua unsur, baik organisasi profesi atau orgaisasi kedinasan harus senantiasa bersinergi. "Seperti yang terjadi saat ini. kekompakan, sinergisitas antara PGRI, KKG, kepala sekolah, guru adalah kunci kesuksesan pelayanan pendidikan. Kita berharap, kegiatan seperti  ini menjadi model bagi daerah lain. Bukan mustahil, kita yang berada di daerah pinggiran akan muncul ke permukaan sebagai rujukan bagi daerah lain," ujar Mamat. (RoL/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas

Sekolah

Kelompok Lain Bubarkan Massa yang Demo di Depan Polda DIY

Sekolah

China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang, Ketegangan Beijing–Tokyo Kian Memanas

Sekolah

Bupati Karo Dukung Paduan Suara GBKP Tampil di Jerman

Sekolah

Kapolres Tanah Karo Cek RTP, Tekankan Pengawasan dan Disiplin Personel

Sekolah

Polsek Teluk Nibung Kelola 8 Hektare Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan