Medan (SIB)- Kadisdik Kota Medan Drs H Marasutan Siregar MPd mengatakan, bidang studi seni dan budaya pada Kurikulum 2013 akan diberlakukan 3 jam per minggu dalam proses pembelajaran untuk semua jenjang atau satuan pendidikan mulai tingkat SD-SMA sederajat di Kota Medan.Demikian Kadisdik diwakili Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Drs Supri Harahap MPd pada Pembukaan Pentasi Seni Siswa (Pensi) SMPN 19 Medan di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) Jalan Perintis Kemerdekaan Medan Timur berlangsung sukses dan meriah, Senin (2/6).Menurutnya, kompetensi dalam bidang seni dan budaya sangat diperlukan seiring pemberlakukan Kurikulum 2013 sehingga segenap siswa lebih serius dan tekun mengikuti mata pelajaran Seni dan Budaya yang diajarkan guru atau tenaga pendidik. Dikatakan, guna pemahaman lebih lanjut tentang seni dan budaya, Disdik Kota Medan akan menggelar pelatihan terhadap puluhan guru seni dan budaya sehingga ke depan mata pelajaran tersebut semakin diminati dan membudaya di kalanagn siswa/i atau peserta didik.Sementara Kepala SMPN 19 Medan Drs Basar Parulian Pasaribu MPd menyebutkan, pentas seni siswa sangat penting digelar untuk menumbuh kembangkan bakat dan kreatifitas peserta didik kelak mampu berkompetisi dan bisa dikembangkan di tengah-tengah masyarakat.Katanya, selain pengembangan bakat maupun talenta lewat pensi, siswa/i juga harus dilatih berkreasi guna mengembangkan karakternya meraih prestasi, di samping melahirkan anak didik yang berprestasi di bidang ilmu maupun seni dan budaya. Pembina OSIS SMPN 19 Medan RE Simamora STh didampingi Ketua OSIS Willy Marpaung menjelaskan, pensi yang dirangkai acara perpisahan siswa/i kelas IX diprakarsai OSIS ini menampilkan sejumlah kreatifitas bidang seni dan budaya, di antaranya tari tradisional, tari kreasi, tari modern, vokal solo, duet, group lawak serta atraksi seni dan budaya lainnya. (A 8/c) Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.