Tarutung (SIB)- Proyek pembangunan 30 unit gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bersumber dari dana anggaran Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (BKPSU) tahun 2012 dan 2013 untuk Diknas Taput, dinilai mubazir.Sebanyak 30 gedung PAUD yang tersebar di 15 kecamatan untuk 30 desa yang sudah usai dibangun sejak 2012 dan 2013 belum ada beroperasi sampai sekarang ini. Pantauan SIB di lapangan, Selasa (3/6), gedung PAUD yang berada di Desa Lobu Hole, Kecamatan Siatas Barita dan Desa Sigumpolan Kecamatan Pahae Julu sama sekali belum dioperasikan.Gedung PAUD tidak terawat karena pekarangan sekolah sudah ditumbuhi semak belukar.Proyek pembangunan gedung itu dipandang masyarakat hanya proyek pemborosan.Pasalnya, di beberapa desa yang sudah sering mengusulkan berdirinya gedung PAUD ke Diknas Taput sampai saat ini tak kunjung direalisasikan.Seperti di Dusun Hutagurgur Desa Onan Rungu I Kecamatan Sipahutar, ratusan anak usia dini di desa tersebut tidak dapat menikmati PAUD. Padahal para orang tua mengharapkan anak - anaknya bisa menjalani PAUD sebelum masuk ke SD.Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Diknas Taput Johnson Aritonang yang dikonfirmasi SIB melalui telepon selulernya menjelaskan, untuk semua gedung PAUD yang sudah usai dibangun sejak tahun 2012 dan 2013 lalu memang sampai saat ini belum beroperasi."Karena masyarakat dan Kades belum mengajukan usulan untuk pengoperasian PAUD. Dari prosedurnya, harus ada surat usulan itu dan nantinya bila beroperasi, masyarakatlah yang mengelola PAUD yang ada di 30 desa itu. Bukan diknas lagi. Diknas hanya menfasilitasi gedungnya saja," ungkapnya.Sementara itu, Kasi Program Diknas Taput Rudi Sinaga yang juga dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengakui, kunci 30 gedung PAUD yang sudah berdiri belum diserahkan kontraktor."Alasannya, ada beberapa gedung PAUD yang telah usai dibangun belum lunas pembayarannya ke pihak pelaksana. Untuk anggaran pembangunan per gedungnya bervariasi. Tetapi rata - ratanya untuk tiap PAUD, anggarannya Rp 175 juta. Anggaran yang pembangunannya di tahun 2012 - 2013 dari Pemprovsu berkisar Rp 4 miliar lebih," jelasnya.Untuk tahun 2014, dia mengatakan, belum ada kucuran dana dari Pemprovsu. Kemungkinan yang ada dari Bansos." Bila dari Bansos nanti terkucur dana itu, masyarakat yang ingin pembangunan PAUD di desanya bisa memberikan usulan ke Diknas Taput," ujarnya. (A20/i)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.