Medan (SIB) -SMA Swasta Santo Thomas 1 Medan memeringati Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2017 dengan segudang menu. Mulai dari yang sifatnya kompetisi hingga eksibisi. "Tetapi muaranya untuk menanamkan cinta Tanah Air yang kaya dan sangat beragam. Keberagaman adalah potensi untuk membekali anak didik untuk memahami bahwa Indonesia ini sebenarnya sangat berpotensi untuk maju dan jaya. Tetapi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tak akan dapat maju bila generasi mudanya tidak tahu dan tidak memahami bagaimana menelolanya. Peringatan HSP adalah satu momen," ujar Kepala SMA Swasta St Thomas 1 Medan Sr Agnes Saragih SPd MPd SFD didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Drs Maniur Rumapea MSi di jeda Peringatan HSP di kompleks sekolah para jawara multikultur dan multiagama tersebut, Sabtu (28/10). "Anak-anak dibebaskan berkreasi positif dan muaranya membawa pesan menjaga keberagaman demi persatuan," tegas biarawati yang putri pejuang tersebut.Ragam seni yang ditampilkan mulai dari tari, menyanyi diiringi musisi dari lingkungan pelajar, modern dance dan fashion show. Khusus modern dance diikuti para penari yang pernah meraih juara dalam kompetisi cheerleader antarsekolah se-Sumut. Untuk fashion show berbasis busana etnik. Perlombaan itu dijuri oleh siswa sendiri dipandu para guru untuk mendapat posisi kualitas. Di bidang olahraga, ada kompetisi catur yang diikuti siswa. "Kali ini, peringatan HSP dikembalikan pada siswa agar mereka menentukan mata kegiatan yang hendak diadakan tetapi tetap dalam pengawasan sekolah," tambah Maniur Rumapea yang aktivis tersebut. "Ada catur, bazaar kuliner, fashion show dan pameran busana 14 suku, drama, pertunjukan video dan tarik suara," jelasnya sambil mengatakan busana etnik yang diperagakan mulai dari Bali, Sunda, Betawi, Karo, Batak Toba, Simalungun, Mandailing, Tionghoa, India, Aceh, Angkola, Minangkabau, Nias hingga Dairi.Maniur Rumapea mengatakan, siswa dengan etnik masing-masing diimbau memakai busana adat leluhurnya. "Agar mereka paham kekayaan Indonesia itu ada pada diri mereka sendiri," tambahnya sambil mengatakan cara tersebut pun dilakukan sebagai realisasi mewadahi sekaligus memfasilitasi kegiatan.Mengawali kegiatan, tim Paskibra SMA Swasta St Thomas 1 Medan mengibarkan bendera dalam upacara nasional dengan Pembina Upacara Kepala Sekolah.Di acara pun siswa disemangati untuk tetap menggali potensi agar menjadi terbaik. Sebelumnya, siswa sekolah meraih ragam juara baik nasional maupun internasional seperti St Thomas Chronicles Choir Medan yang meraih dua gold medali dalam di 2nd North Sumatera International Choir Competition (NSICC) 2017. Prestasi lain dalam tari diraih siswa berbakat di bidang tari etnik di antaranya Putra Nathan, Patrick Dachi, James Zaluchu, Ivan Hutapea melalui Tari Perang Nias yang dilatih Dejeus Sinurat. Kemudian Danes Anastasia, Jesen Widjaja, Jef, Pendra Dee, Yolanda Stefanie, Tarida, Amanda Laura dan Cinthya di bidang tari serta Dance Mandarin yang disuguhkan Pricylia Ling Ling. Para peraih juara lain adalah Jessica Esther, Gokma Nababan, Widya Agatha, Tesalonika Siahaan, Esther Tarigan dan Indry Ginting.Judith Natanhil, siswa pengikut HSP 2017 berterima kasih karena kegiatan membawa generasi muda pada pemahaman cinta tanah air. (R10/q)