Cerita Inspiratif Angga, Putri Petani Kecil yang Lulus Cumlaude dari UNS

- Rabu, 18 Juni 2014 23:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Solo (SIB)- Selain Raeni (21), anak tukang becak yang lulus memuaskan di Universitas Negeri Semarang (Unnes), ada Angga Dwituti Lestari (22). Sama seperti Raeni, Angga juga berasal dari keluarga tidak mampu dan sukses di kampus. Perempuan berjilbab ini baru saja lulus cumlaude dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.Angga terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Supriyanto, yang menghidupi diri dari bertani kecil-kecilan dan makelaran motor. Kecerdasan dan ketekunan membuatnya nyaris tidak pernah mengeluarkan biaya untuk pendidikannya. Kini dia telah lulus berpredikat cumlaude dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.Angga, demikian gadis kelahiran 21 Februari 1992, masuk Jurusan Biologi Fak MIPA UNS angkatan 2010 dari jalur bidik misi. Karena itulah semenjak masuk kuliah hingga dinyatakan lulus pada 30 Januari lalu, Angga nyaris tidak pernah mengeluarkan biaya untuk pendidikannya."Saya seharusnya sudah wisuda pada Maret lalu, tapi karena pada bulan Februari lalu mengalami kecelakaan motor maka akhirnya harus ditunda mengikuti wisuda. Saya baru bisa mengikuti wisuda pada 14 Juni kemarin," ujar Angga kepada detikcom di kampus UNS, Solo, Selasa (17/6).Prestasi Angga memang sangat membanggakan. Menempuh perkuliahan selama 3 tahun 5 bulan, ia lulus dengan IPK 3,98. Skripsinya tentang karakter fisilogis dan biokimia buah alpukat dengan perlakuan suhu dan kitosan (cangkang udang) untuk menghambat proses pemasakan selama penyimpanan, mendapat nilai sempurna, A.Angga adalah bungsu dari dua bersaudara anak pasangan Supriyanto dan Sugiyanti, petani kecil di Desa Margoluwih, Seyegan, Sleman, DIY. Ayahnya mencari tambahan penghasilan dengan makelaran sepeda motor. Karena kondisi ekonomi keluarganya itulah Angga menjadi anak yang ulet, hemat dan tekun. Untuk menambah penghasilan Angga juga pernah berjualan jus dengan bahan baku buah organik. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Bupati Labuhanbatu Tegaskan SPPG Jaga Gizi dan Kebersihan MBG

Sekolah

Fortuner Ditabrak KA di Asahan, Dua Meninggal dan Satu Luka Berat

Sekolah

Libur Panjang Imlek, 26.886 Tiket Kereta Api di Sumut Telah Terjual

Sekolah

DPC PDIP Medan Usul Relokasi Pedagang Pasar Sambas Ditunda Hingga Usai Lebaran

Sekolah

38 Dakwaan Berat, Anak Putri Mahkota Norwegia Terancam 16 Tahun Penjara

Sekolah

Megawati Beri Mandat Masinton Pimpin PDIP Tapteng