Medan (SIB)- Kepala Dinas Pendidikan Pemprovsu diwakili Drs Saut Aritonang MHum membuka bazar kewirausahaan di SMA Santo Thomas 3 Medan, Senin (4/12) yang menampilkan berbagai produk seperti sabun, shampoo, karbol, makanan dan minuman yang terdiri dari 18 macam buatan siswa-siswi yang sebelumnya telah mendapat pelatihan kewirausahaan.Usai pengguntingan pita pertanda dibukanya bazar tersebut, Saut Aritonang dalam kata sambutannya memotivasi para siswa agar setelah tamat sekolah bertekad jadi entrepreneur (pengusaha) muda yang mampu membuka lapangan kerja dan menggairahkan perekonomian.Saut Aritonang bahkan meneriakkan yel-yel , "Berwira usaha atau Pengusaha" yang dijawab para siswa dengan teriakan "Yes". Ketika Saut meneriakkan kata "PNS" dan juga dijawab siswa dengan "Yes", ia tidak mutlak menyalahkan siswa, sebab itu pun baik. Namun menurutnya, jadi pengusaha jauh lebih baik karena tidak mengharapkan gaji dari orang lain, malah mampu menciptakan lapangan kerja. Selanjutnya para undangan meninjau stan yang menampilkan produk karya para siswa.Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA St Thomas 3 Medan Drs Jarodes Simbolon didampingi Ketua Pelaksana Bazar Manaek Lumbantoruan MPd, Ketua Panitia Bazar Peris Turnip, Sekretaris Almaura, Bendahara Dian, mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan antara lain Pengurus Yayasan Perguruan Katolik (YPK) Don Bosco Drs Leopold M Sitohang dan Drs Monang Siregar, Dra Odorlin Sihite MSi dan Dra Evazelfi (Pengawas Sekolah), Kepala Sekolah SMP St Thomas 3 Medan Drs Ares Hasugian dan Wakil Drs Leo B Lase, perwakilan siswa SMAN 12 Medan dan para orangtua Kelas X.Jarodes Simbolon sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Pemprovsu yang mempercayakan SMA St Thomas 3 Medan sebagai salah satu dari 13 sekolah se-Sumatera Utara yang mengelola kewirausahaan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menggunakan anggaran dengan sebaik mungkin untuk mengembangkan kemampuan para siswa untuk menghasilkan berbagai produk jadi, sebagaimana yang dipamerkan saat itu. Menurutnya, seluruh produk yang dihasilkan siswa benar-benar di bawah pengawasan dan bimbingan guru, sehingga hasilnya pun dipastikan baik. Senada dengan Jarodes, Ketua Pelaksana Bazar Manaek Lumbantoruan meminta YPK Don Bosco agar menggunakan produk kewirausahaan SMA St Thomas 3 Medan untuk digunakan di unit-unit usaha dan sekolah lain, sehingga produk para siswa sekolah mereka dapat dipasarkan. Dengan demikian, bisa dilihat para siswa bahwa berwirausaha itu benar-benar menguntungkan, dan mereka akan semakin giat serta ulet untuk berwirausaha.Menanggapi permintaan Manaek itu, Drs Leopold Sitohang mewakili YPK Don Bosco berjanji akan menggunakan produk SMA St Thomas 3 Medan itu di unit-unit usaha dan sekolah lain bila berkualitas baik. "Tapi kami uji coba dulu. Kalau hasilnya baik, akan kami gunakan," ujar Leopold Sitohang dan disambut tepuk tangan meriah siswa-siswi. (R7/d)