SNMPTN, Jumlah Sekolah yang Input Data Masih Minim

- Rabu, 24 Januari 2018 18:37 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
JAKARTA (SIB) -Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kembali mengingatkan, jumlah sekolah yang sudah memasukkan data siswanya ke Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) masih sangat minim. Sekolah diminta tidak memasukkan data di hari-hari terakhir penutupan karena akan berpotensi besar merugikan siswa.Koordinator Humas SNMPTN, Tunjung Wahadi, meminta sekolah agar tidak menunda dan segera memasukkan data dan nilai siswa ke PDSS. "Meski sudah berjalan seminggu lebih sejak masa penginputan dibuka, jumlah sekolah yang mendaftar berdasarkan data jurnal PDSS sampai Jumat, 19 Januari 2018 pukul 16.30 baru 438 sekolah," kata dia, di Jakarta, akhir pekan lalu.Sementara itu, jumlah siswa yang dimasukkan ke kelas periode ini, untuk semua kelas yang sudah mendaftar ada 830,322 siswa. Untuk jumlah sekolah yang sudah finalisasi ada satu sekolah, jumlah siswa yang sudah verifikasi 13 siswa. Tunjung Wahadi mengingatkan penundaan proses pengisian PDSS berpotensi merugikan siswa karena akan semakin sedikit waktu tersisa untuk melakukan koreksi dan perbaikan yang diperlukan."Jika ada yang perlu dikoreksi atau diperbaiki, waktunya semakin mepet lagi. Panitia tidak ingin pengisian PDSS yang mepet batas akhir itu malah merugikan siswa," tegas Tunjung. Ketua Panitia SNMPTN / SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, mengatakan bahwa peran nilai yang berada dalam PDSS sangat vital tahun ini, mengingat data itulah yang akan menjadi bahan pertimbangan satusatunya di jalur SNMPTN.Kondisi ini menyusul sikap Kemristekdikti dan Kemdikbud yang menyepakati nilai UN/USBN tidak dapat digunakan lagi dalam SNMPTN. "Jalur SNMPTN hanya akan merujuk pada nilai yang masuk di PDSS," ujarnya. Sedangkan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), hanya akan menggunakam hasil ujian berbasis kertas maupun ujian berbasis komputer yang digelar kampus secara bersama-sama.Menurut Ravik, nilai UN dan USBN tidak lagi digunakan karena adanya ketidaksesuaian jadwal pengumuman antara UN/USBN dengan SNMPTN/ SBMPTN. "Mungkin nilai UN/ USBN masih dapat digunakan di jalur mandiri, itu pun tergantung kebijakan rektor masing-masing," papar Ravik. Peran UN dan USBN untuk digunakan sebagai syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi terus tergerus.Tahun lalu saja, meskipun hasil UN dijadikan pertimbangan SNMPTN, namun kontribusinya tidak mencapai 10 persen. Untuk diketahui, masa pengisian dan verifikasi PDSS berlangsung pada 13 Januari sampai 10 Februari mendatang. Setelah itu akan memasuki tahap pendaftaran SNMPTN yakni 21 Februari-6 Maret, dan akan masuk tahap pengumuman kelulusan SNM PTN pada 17 April. (KJ/c)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Frans Dante Ginting Desak Satgas Pangan Sumut Sikat Spekulan dan Penimbun Sembako Jelang Ramadan

Sekolah

Tanpa Tembok Pengaman, Jalan Nasional Saribudolok–Tigarunggu di Simalungun Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sekolah

Pemprov Sumut Butuh Rp30,5 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana, Huntara Ditargetkan Tuntas Sebelum Lebaran

Sekolah

DPRD SU Kecam Tindakan Penghalangan Tugas Wartawan di Posko Pengungsian Tapteng

Sekolah

Rakor Penguatan Pasokan Daging Ayam Jelang Idul Fitri 2026, Pemprov Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Sekolah

Tingkatkan Pelayanan, Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Program Polantas Menyapa