SMPN 1 Pantaicermin Olah Sampah Plastik Jadi Paving Blok

- Rabu, 06 Februari 2019 21:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir022019/8564_SMPN-1-Pantaicermin-Olah-Sampah-Plastik-Jadi-Paving-Blok.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Rimpun H Sihombing
TINJAU : Kadis Pendidikan Sergai Drs Joni Walker Manik MM didampingi Kabid SMP Sugianto, Kabid SD Jon Lukman Damanik Kabid PTK Pujiono dan Kepala SMPN 1 Pantaicermin Maryam meninjau pembuatan paving blok dari sampah plastik hasil inovasi SMPN 1 Pantaicerm
Sergai (SIB) -Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pantaicermin, Kecamatan Pantaicermin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) berhasil membuat inovasi baru dengan mengolah limbah sampah plastik menjadi paving blok yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala SMPN 1 Pantaicermin, Maryam SE MPd kepada SIB, Senin (4/2) saat memperlihatkan proses pembuatan paving block dari sampah plastik di Halaman SMPN 1 Pantaicermin.

"Langkah awalnya untuk mengatasi limbah sampah plastik. Bagaimana supaya sampah plastik itu tidak lagi menjadi musuh namun kita olah sehingga menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis", terangnya.

Diakuinya, jika paving blok yang dihasilkan tidak sesempurna hasil industri/pabrikan, namun pihak sekolah terus mencoba dan berupaya agar paving blok yang dihasilkan sesuai dengan hasil industri. "Meskipun belum bisa dijual dalam jumlah yang besar, minimal sudah bisa diproduksi untuk dipakai sendiri", ujarnya.

Dikatakannya, pembuatan paving blok dari sampah plastik ini juga untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) bagi anak didik di sekolah tersebut. "Masyarakat Pantaicermin kebanyakan kurang mampu. Jika anak-anak tidak bisa melanjutkan sekolah, dia sudah memiliki karakter untuk berwirausaha dengan memproduksi paving blok ini", jelasnya.

Sebagai sekolah adiwiyata mandiri, lanjutnya, SMPN 1 Pantaicermin akan terus berinovasi dengan memanfaatkan limbah sampah dan mengolahnya sehingga menjadi barang yang berguna.

Ditemui saat meninjau pembuatan paving blok tersebut, Kadis Pendidikan Sergai Drs Joni Walker Manik MM mengatakan sangat mengapresiasi para guru dan siswa SMPN 1 Pantaicermin yang telah membuat inovasi baru dengan berhasil mengolah limbah plastik menjadi paving blok. "Inovasi ini sangat bagus. Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para guru dan siswa SMPN 1 yang telah berhasil mengolah limbah plastik menjadi paving blok", ujarnya.

Joni juga menyatakan siap mendukung memasarkan paving blok hasil olahan sekolah tersebut, terutama untuk digunakan di lingkungan sekolah di jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Sergai. "Kalau memang hasilnya baik, tinggal kita menghayo-hayokan untuk pemasarannya, terutama di lingkungan Disdik. Kita bisa buat kebijakan agar sekolah lain juga menggunakan paving blok produksi sekolah ini", tegasnya.

Pada kesempatan itu, dia menyarankan agar pihak sekolah menjalin kerjasama dengan warga sekitar, dalam hal penyediaan limbah plastik yang menjadi bahan baku pembuatan paving blok tersebut. "Supaya limbah plastik tersebut tidak kita beli, jadi harus kerjasama dengan pihak lain, terutama dengan warga sekitar", imbaunya.

Selain itu, Joni juga meminta kepala sekolah agar mengemas pembuatan paving blok tersebut dengan baik. "Harus dibuatkan tempat produksi yang tertata dengan baik, sehingga siapapun yang datang hendak melihat proses pembuatan paving blok ini, referensi dapur produksinya sudah ada", terangnya.

Amatan SIB, para guru tampak dengan telaten membimbing murid dalam pembuatan paving block dari sampah plastik tersebut. Untuk menghasilkan satu paving blok, dibutuhkan tiga kilogram sampah plastik dan sekitar 350 ml oli bekas. Pembuatan satu paving blok membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

Proses pembuatannya diawali dengan memanaskan tungku berisi oli bekas di atas api. Setelah oli mendidih, helai demi helai sampah plastik dimasukkan ke dalam tungku dan diaduk bersama oli bekas hingga sampah plastik melebur dan bercampur menjadi satu dengan oli bekas, selanjutnya campuran tersebut dituangkan ke dalam alat pencetak kemudian dipres dan didiamkan beberapa saat. Selanjutnya dimasukkan ke dalam air dingin untuk mempermudah pelepasan paving blok dari alat cetak. Setelah paving blok dingin, siap untuk dijemur supaya keras. (C02/l)

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi