Seminar Tentang Manajemen Pondok Pesantren dan Madrasah di Era Milenial

Pesantren Lahirkan Generasi Beriman dan Berilmu

- Rabu, 27 Maret 2019 19:11 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032019/4070_Pesantren-Lahirkan-Generasi-Beriman-dan-Berilmu.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
DIABADIKAN : Ketua Umum PB-Iklas Rivai Nasution memberikan piagam kepada narasumber seminar tentang Manajemen Pondok Pesantren dan Madrasah di Era Milenial, Peluang dan Tantangan di Desa Tanjung Medan, Kecamata Kampungrakyat, Labusel, Sabtu (23/3).
Labusel (SIB) -Pondok Pesantren dan Madrasah memegang peranan penting dalam melahirkan generasi beriman, bertaqwa, dan berilmu di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Hal itu diungkap Ketua Umum PB-Iklas Rivai Nasution ketika membuka Seminar tentang Manajemen Pondok Pesantren dan Madrasah di Era Milenial, Peluang dan Tantangan yang digelar PB-Iklas bekerjasama dengan BSP Kabupaten Labusel dan Impakar di Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampungrakyat, Kabupaten Labusel, Sabtu (23/3).

Menurutnya, sinergitas dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan akan mampu menjaga eksistensi pondok pesantren dan madrasah di Kabupaten Labusel.

"Seminar ini dilaksanakan dengan harapan akan lahir ide, gagasan dan solusi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dan upaya untuk terus mengembangkan pondok pesantren dan madrasah di Labusel," katanya.

DR Muktaruddin Dalimunthe yang juga narasumber pada seminar itu mengatakan, agar dapat melahirkan generasi yang dibutuhkan umat sekaligus negara serta relevan dengan dunia kerja, pondok pesantren harus mampu memadukan ilmu agama dan umum (integritas keilmuan).

Menurutnya, tantangan utama pondok pesantren ke depan adalah bagaimana melahirkan generasi yang mampu bersaing. "Salah satu kendalanya adalah sulitnya mendapatkan guru-guru berkualitas," katanya.

Pada seminar yang diikuti puluhan pimpinan pondok pesantren, serta madrasah se-Kabupaten Labusel itu, Muktaruddin mengaku optimis pesantren dan madrasah akan mampu memadukan keilmuan, sehingga tidak hanya monoton pada bidang agama semata.

Dia pun berpendapat, pada masa mendatang dunia kerja pun akan lebih tertarik terhadap lulusan pondok pesantren dan madrasah, karena selain memahami pekerjaan mereka juga bertaqwa.

Hal senada dikemukakan Ahmad Fauri SHI LLM yang juga pemateri di seminar tersebut. Menurutnya, pendidikan berkarakter sejatinya terdapat di pondok pesantren. "Karena di dalamnya terdapat panca jiwa yakni, keiklasan, kepercayaan diri, kesederhanaan, ukuwah, dan kebebasan," katanya.

Pada kegiatan yang dihadiri Ketua BSP Kabupaten Labusel Ali Asron Dalimunthe itu Fauri pun mencontohkan dirinya yang juga merupakan lulusan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Serdangbedagai. Menurutnya, pola pendidikan pondok pesantren yang telah membangun karakternya, sehingga memiliki kepercayaan diri yang notabene penyandang disabilitas. "Pesantren yang membangun karakter saya sehingga memiliki kepercayaan diri," tutupnya. (rel/A12/d)

Berita Terkait

Sekolah

Lapas Labuhan Ruku Gelar Rapat Bahas Penyaluran Bantuan Sosial Selama Ramadhan

Sekolah

Pastikan Mudik Aman, KAI Divre I Sumut Siagakan 31 Lokomotif dan 73 Kereta Laik Operasi

Sekolah

Bupati Humbahas Ingatkan ASN Bekerja Jujur, Berbuat Terbaik dan Jangan Culas

Sekolah

Siswa SMPN 4 Pematangsiantar Torehkan Prestasi Futsal

Sekolah

Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Harli Siregar : Kuatkan Iman dan Ketaqwaan di Era Teknologi

Sekolah

Wali Kota Dukung Cap Go Meh 2026, Perayaan Digelar Usai Tarawih untuk Jaga Toleransi