Kisaran (SIB) -Dalam rangka HUT ke-73 Kabupaten Asahan Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar lomba cerdas cermat dan permainan tradisional/rakyat seperti hadang galah panjang, engrang, pecah piring, tarompah panjang, patok lele dan engklek baju beberapa hari lalu di lapangan Hocky Kisaran. Ternyata kegiatan untuk tingkat SD dan SMP itu mendapat apresiasi dari Sekretaris Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dra Sri Hartini MSi yang datang di hari penutupan."Beliau (Dra Sri Hartini, red) berpesan supaya kegiatan permainan tradisional/rakyat semakin digalakkan," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Asahan Drs Sopian MPd dalam perbincangan dengan SIB, Selasa (26/3) di ruang kerjanya.Dijelaskan, pada penutupan sekaligus penyerahan hadiah, Sri Hartini mengatakan lomba permainan rakyat merupakan implementasi dari UU nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan perwujudan dari hasil kongres kebudayaan Tahun 2018. Lomba permainan rakyat bukan hanya sekedar menjadi juara, tapi terlebih-lebih melatih kebersamaan, kekeluargaan, disiplin dan lain-lain."Permainan rakyat ini sengaja dipertandingkan di tengah zaman millenial, dimana anak-anak sekarang lebih banyak bermainan gadget, ponsel, playstation dan internet," ujar Sopian.Lanjutnya, permainan rakyat yang digelar bertujuan membudayakan kembali permainan rakyat kepada para pelajar. Hal ini dikarenakan terkesan permainan rakyat ini mulai dilupakan bahkan jarang dimainkan oleh anak-anak zaman kini."Disdik Kabupaten Asahan berupaya memperkenalkan permainan rakyat ini di tengah serangan teknologi. Jika tidak dikenalkan kembali kepada anak-anak, dikhawatirkan permainan rakyat ini akan terlupakan atau menghilang," tukas Sopian.Ditambahkan, kegiatan merupakan bagian dari "Pekan Kebudayaan Nasional" yang akan digelar bulan Oktober 2019. Dirinya berharap, juara lomba permainan rakyat dapat ditampilkan di Pekan Budaya Nasional tersebut."Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Disdik, MKKS SMP dan K3S SD Kabupaten Asahan," terang Sopian.Sekelumit, ketika dia mengingat ke belakang sewaktu masih anak-anak, orang nomor satu di Disdik Asahan itu menyebutkan permainan pavoritnya adalah patok lele. "Kita berharap, melalui program Disdik Asahan, permainan rakyat tidak hilang di tengah gencaran permainan elektronik," pungkasnya. (E02/q)