Medan (SIB) -Di tengah pro-kontra Sistem Zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Online yang kini dicanangkan pemerintah, Kepala SMA Negeri 17 Medan Soagahon Simanungkalit SH optimis bahwa sistem itu akan menata kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik. Sebab, sistem tersebut telah menimbulkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak untuk menimba ilmu di sekolah terdekat dengan kediamannya, sepanjang syarat administrasi dan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan syarat yang ditentukan."Sebelum diterapkannya Sistem Zonasi PPDB khususnya di Sumatera Utara, telah muncul sekolah-sekolah pavorit dan menimbulkan persaingan tidak sehat di antara calon peserta didik baru agar dapat diterima di sekolah tersebut dengan menggunakan peranan oknum-oknum tertentu," sebut Soagahon di ruang kerjanya Jalan Jamin Ginting, Jumat (26/7).SMA Negeri 17 Medan dalam menyelenggarakan PPDB Online dengan Sistem Testing dan Zonasi Tahun Pelajaran 2019 ini telah menerima siswa baru sebanyak 314 siswa. Dan setelah pendaftaran ulang siswa baru selesai, Soagahon Simanungkalit mengundang orang tua siswa baru pada tanggal 6 Juli 2019 untuk memaparkan program yang akan diterapkan di sekolah tersebut.Di antara banyaknya program yang akan diterapkan untuk meningkatkan proses pembelajaran maupun kualitas SDM peserta didik baru di sekolah itu, yakni Tes Psikologi. Tes Psikologi itu dimaksudkan untuk mengetahui tingkat IQ, minat, bakat dan kompetensi yang akhirnya dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan jurusan yang sesuai bagi setiap siswa. Para orangtua juga diberi pemahaman agar bersedia mendukung program sekolah, terutama dalam mendukung bantuan dana yang akan dimusyawarahkan setelah masuk sekolah. Selanjutnya pada Rabu (24/7) semua siswa baru telah mengikuti Tes Psikologi.Seperti biasanya, setiap hari pertama masuk sekolah, SMAN 17 juga mengundang orangtua untuk mengantar anaknya ke sekolah agar hubungan orangtua dengan sekolah selalu harmonis, terutama antara orangtua siswa dengan wali kelas. Dan saat itu para orangtua dengan serius mengikuti upacara bendera, acara pembukaan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Bahkan mereka begitu bergembira saat panitia PLS memberi kesempatan untuk berkumpul, bernyanyi dan berjoget bersama seluruh warga sekolah.Melalui kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Sistem PPDB Online melaksanakan testing 10 % dari daya tampung SMA Negeri 17 Medan untuk menentukan siswa berprestasi untuk ditempatkan di Kelas Unggulan yakni 31 orang. Semangat para siswa yang lulus testing sejalan dengan harapan orangtua mereka yang telah membentuk komunitas orangtua yang mereka sebut "Orangtua Siswa Kelas Plus SMA Negeri 17 Medan". (R4A/d)