Dibayar Tiga Bulan yang Lalu

Orang Tua Murid Keluhkan Seragam Sekolah Belum Diterima

- Rabu, 13 Agustus 2014 16:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kotapinang (SIB)- Sejumlah orang tua murid Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labusel mengeluhkan seragam batik yang diwajibkan bagi tiap siswa tidak kunjung diberikan. Padahal, dana sebesar Rp 60 hingga Rp70 ribu telah dibayarkan kepada pihak sekolah tiga bulan lamanya.Kepada SIB, Senin (10/8), salah seorang orang tua murid yang enggan namanya disebutkan mengaku, pembayaran baju seragam sekolah yang dikumpul melalui sekolah anaknya sebesar Rp 60 ribu untuk lengan pendek, dan Rp 70 ribu untuk lengan panjang per siswa. Pembayaran dana itu sudah dilakukan tiga bulan dan telah banyak yang melakukan pelunasan. Namun, seragam yang telah dibayarkan tersebut tak kunjung diberikan pihak sekolah hingga kini.Sekitar dua tahun yang lalu, lanjutnya, pihaknya juga melakukan pembelian baju batik tersebut yang harganya masih Rp 40 ribu. Namun,disaat dilakukan pembayaran, baju tersebut langsung diberikan pihak sekolah."Tahun lalu harganya masih Rp 40 ribu. Begitu kita bayar, seragam batik itu langsung diberikan. Tapi saat ini, pembayaran telah dilakukan tiga bulan, seragam belum juga diberikan. Kita juga ingin lihat kondisi seragam batik itu. Kalau tahun lalu, kondisi seragam batiknya sangat tipis dan panas jika dikenakan," katanya.Kepala SD Negeri 112224 Kecamatan Kotapinang Hj Derliana Hasibuan yang dikonfirmasi mengatakan, dana yang telah dikumpul melalui wali kelas siswa masing-masing dengan cara tiga kali cicilan itu telah disetorkan pihaknya kepada UPT Kecamatan. Dikatakannya, dari keseluruhan siswa yang melakukan pembelian pakaian baju seragam batik dengan harga Rp 60 ribu untuk lengan pendek, dan Rp 70 ribu untuk lengan panjang itu masih terkumpul sepertiga dari jumlah keseluruhan."Masih sepertiga dana yang terkumpul. Setelah datang baju, nanti baru dilakukan pelunasannya. Ini baru berapa hari siswa masuk sekolah, belum dicek kembali ke wali kelas masing-masing yang telah mengumpulkan dana pembelian baju tersebut," katanya.Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kotapinang Eko Purwanto S.Pd yang ditemui di ruang kerjanya mengakui, telah menyetorkan dana pembelian seragam batik tersebut sebesar Rp 90 juta kepada pihak pengusaha yang mempercayakan salah seorang rekannya di wilayah Kotapinang. Dana tersebut kata dia, terkumpul dari 35 sekolah yang telah melakukan penyetoran kepada UPT."Lebih jelas lagi langsung saja ke kepercayaan pengusaha pemasok baju tersebut. Sebab dana tersebut telah kita setorkan kepadanya," katanya.Disinggung, mengenai perusahaan penyedia seragam batik untuk wilayah Kab.Labusel itu, Eko mengaku, tidak mengetahuinya. Sebab perusahaan penyedia seragam itu atas adanya arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labusel."Kita tidak tahu perusahaan dan mengenai  kontraknya. Sebab pengusaha pengadaan seragam itu atas adanya arahan dari Kepala Dinas agar menyalurkan kepada si pengusaha," katanya.Kepala Dinas Pendidikan A.Manan Ritonga yang berulangkali dikonfirmasi lewat telpon selulernya mengenai kendala pengadaan seragam batik atas adanya arahan pihaknya kepada  pengusaha seragam sekolah itu, tidak mendapat jawaban. (D16/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

GAMKI Sumut Desak Wali Kota Medan Kaji Ulang SE Penataan Lokasi Penjualan Daging Non Halal

Sekolah

Polisi Lidik Dua Kasus Penyerangan Rumah Advokat di Jermal

Sekolah

DPRD Soroti Penetapan Tersangka Eks Kadis Pertanian

Sekolah

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Bintang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sekolah

Kantor PWI Deliserdang Dibobol Maling

Sekolah

Ibadah Bhayangkari Cabang Kota Besar Medan, Pdt Iwan Simorangkir: Wanita Sumber Kebahagiaan dan Berkat