Pendidikan Sejak Dini Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

- Rabu, 13 Agustus 2014 16:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Denpasar (SIB)- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan kematangan pendidikan sejak usia dini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak."Sangat berpengaruh bagi perkembangan anak dari berbagai aspek kecerdasan," kata Linda Amalia Sari Gumelar di Denpasar, Jumat.Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri konferensi internasional ke-15 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) di Bali.Menurut Linda, pendidikan anak usia dini bukanlah satu-satunya yang paling penting bagi kesuksesan anak di masa depan, namun hal tersebut merupakan satu diantara banyak hal penting yang harus diperhatikan."Dengan demikian, anak akan menjadi lebih matang dan siap menghadapi dunia sekolah kelak," katanya.Dia menambahkan, penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di negara maju telah berlangsung sejak lama sebagai bentuk pendidikan berbasis masyarakat.Namun di Indonesia gerakan untuk menggalakkan pendidikan usia dini baru muncul beberapa tahun terakhir sehingga jangkauannya masih terbatas.Pada 2012 tercatat baru 16,07 persen anak usia 0 hingga enam tahun di seluruh Indonesia yang mengikuti pendidikan anak usia dini atau PAUD. "Bahkan di perdesaan tercatat hanya 13,47 persen dan di perkotaan sedikit lebih maju yaitu 18,77 persen," katanya.Menurut dia, perlu komitmen semua pihak termasuk orang tua dan masyarakat dalam membentuk dan mengembangkan pendidikan anak usia dini.Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal mengatakan peserta konferensi terdiri dari Kementerian dan Lembaga terkait anak usia dini, para peneliti Indonesia dan peneliti luar negeri se-Asia Pasifik.Tujuan konferensi PECERA, menurut Fasli Jalal untuk menyediakan sebuah forum akademis di kawasan Pasifik untuk pengembangan dan diseminasi penelitian berkualitas tinggi dalam pendidikan anak usia dini."Untuk memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi antara peneliti di wilayah Pasifik yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini," katanya.Selain itu, untuk mempromosikan hubungan antara penelitian dan praktek di bidang pendidikan anak usia dini."Juga untuk meningkatkan visibilitas dan status penelitian dalam pendidikan anak usia di kawasan Pasifik," katanya. (Ant/h)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Anggaran KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun, Penerima Lebih 1 Juta Mahasiswa

Sekolah

Lansia Miskin Tanggung Jawab Cucu, Mengapa Akses PIP Masih Sulit?

Sekolah

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo

Sekolah

23 Februari, SMA/SMK/SLB Sumut Kembali Masuk Sekolah

Sekolah

Revitalisasi Tuntas 100 Persen, Tiga SD di Taput Kini Lebih Nyaman dan Representatif

Sekolah

Dapat Tambahan Kuota KIP-K, UNITA Ucapkan Terima Kasih kepada Sekjen Kemendiktisaintek, Bupati-Wakil Bupati Taput dan LLDikti Wilayah I