Kemenperin Bimbing Tenaga Pelatih Siswa SMK Magang di Industri

Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 22:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/_7321_Kemenperin-Bimbing-Tenaga-Pelatih-Siswa-SMK-Magang-di-Industri.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: Ant/Sella Panduarsa Gareta
MAGANG: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Industri Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto berfoto bersama peserta "Pelatihan Master Trainer untuk Pelatih Tempat Kerja (In Company Trainer) dengan Standar ASEAN" di Jakarta, Senin (

Jakarta (SIB)

Kementerian Perindustrian memberikan bimbingan dan pelatihan bagi tenaga pelatih para siswa sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ketika magang di industri tempatnya bekerja.

Bimbingan dan pelatihan tersebut atas kerja sama antara Kemenperin dan berbagai pihak untuk membentuk tenaga pelatih master dan senior master yang akan membekali para instruktur atau karyawan industri yang telah memiliki kemampuan teknis bidang industri.

“Anak-anak yang melakukan praktik kerja industri itu tidak bisa dilepas begitu saja, yang mendampingi bukan gurunya, yang mendampingi adalah instruktur atau pelatih di tempat kerja. Jadi, mereka yang di industri harus diberikan pelatihannya. Ada ilmu pedagogi yang diberikan kepada mereka, sehingga mereka bisa menjadi mentor bagi siswa yang magang,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin Eko SA Cahyanto di Jakarta, Senin (27/1).

Eko menyampaikan hal itu usai menghadiri pembukaan "Pelatihan Master Trainer untuk Pelatih Tempat Kerja (In Company Trainer) dengan Standar ASEAN" di Jakarta.

Menurut Eko, program tersebut diadopsi dari dual system yang dilakukan oleh Jerman, agar para siswa yang magang di industri dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di sekolah saat melakukan praktik kerja lapangan di industri.

Dalam hal ini, Eko menyampaikan bahwa para siswa tidak dapat dilepas begitu saja ketika mengikuti program pemagangan, sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Salah satunya yakni menciptakan infrastruktur kompetensi, yaitu mulai dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), asesor, hingga mendapatkan sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan.

“Itu kan merupakan rangkaian yang panjang dan membutuhkan peran berbagai pihak, di antaranya guru di sekolah dan mentor di tempat pelatihan kerja,” ungkap Eko.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan selama 13 hari kerja mulai 25 Januari hingga 6 Februari 2020 dengan total peserta Iima orang untuk pelatihan senior master dan 16 orang master trainer yang berasal dari perusahaan dan institusi.

Eko menambahkan, penyelenggaraan pelatihan ini juga sesuai dengan program Kementerian Perindustrian untuk menyiapkan tenaga silver expert dari industri yang diharapkan sebanyak 50 persen dari jumlah tenaga pengajar yang ada di SMK maupun politeknik.

Sampai hari ini telah terdapat sebanyak 56 pelatih tempat kerja dan 16 master trainer bersertiflkat internasional yang akan secara masif membantu BPSDMI Kemenperin untuk menghasilkan lebih banyak pelatih tempat kerja di industri mitra unit pendidikan Kemenperin. (Ant/c)

Berita Terkait

Sekolah

Emas Stabil di 5.173 Dolar AS, IHSG Anjlok 1,37 Persen

Sekolah

Polda Sumut PDTH 61 Personel Terlibat Kasus Narkoba

Sekolah

Polres Batubara Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim

Sekolah

Zakiyuddin Harahap Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid Jami’ dan Perkuat Syiar serta Lindungi Generasi Muda

Sekolah

7 Rumah Rusak Berat Akibat Bencana Longsor di Desa Hiliofanaluo, Pemkab Nisel Diminta Mitigasi Potensi Bencana

Sekolah

Aswin Parinduri: Akses Jalan Pantai Barat Terancam Lumpuh, Jembatan Merah–Muarasoma Nyaris Putus