Seiberombang (SIB)
Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunte menyebut saat ini masyarakat dihadapkan pada zaman yang membingungkan. Apalagi saat ini narkoba dan lem kambing menjadi tantangan berat remaja dan para orangtua.
"Hari ini kita dihadapkan dengan masa yang sangat membingungkan, dan kita tidak memiliki kuasa menghalaunya. Kita tahu itu salah dan berbahaya, namun kita tidak bisa mencegahnya," kata Bupati Andi Suhaimi Dalimunte pada malam keakraban dengan guru dan masyarakat Panai Hilir, Kamis (6/2), di rumah tokoh masyarakat Seiberombang.
Andi menyebut, permasalahan anak adalah permasalahan serius, terlebih jika menyangkut narkoba. Orangtua dan masyarakat harus mengontrol anak agar terhindar dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
"Kita tahu narkoba itu berbahaya, namun kita merasa kesulitan bagaimana cara mengatasinya. Tetapi kita selaku orangtua harus terus mengontrol anak kita supaya tidak ikut-ikutan dalam penyalahgunaan narkoba," sebut Andi Suhaimi menjawab keluhan Kepala SD 06 Panai Hilir terkait kenakalan remaja yang terlibat dengan penyalahgunaan lem kambing, pada sesi tanya jawab pada temu ramah itu.
"Kita ketahui lem kambing memiliki efek samping yang tidak kalah bahayanya dengan narkoba. Apabila ada anak sudah terkontaminasi bahan tersebut, si anak akan rusak mental dan masa depannya," ujarnya.
Mengantisipasi hal itu, kata Andi, Pemkab Labuhanbatu akan membuat peraturan bupati (Perbub). "Kita akan coba membuat peraturan yang tertuang dalam Perbup, bekerjasama dengan kepolisian untuk membatasi beredarnya lem kambing di pasaran," ujar Andi.
Selain masalah anak terkait narkoba dan lem kambing, Korwil Bilah Hulu H Polma Tambunan, menyampaikan keluhan yang dihadapinya tentang kekurangan guru berstatus PNS dan guru agama.
"Ada beberapa sekolah di Bilah Hulu yang kekurangan tenaga pengajar, terlebih guru PNS. Bahkan ada satu sekolah yang tidak memiliki guru bidang study agama. Saya berharap kiranya Pemkab Labuhanbatu dalam hal ini Dinas Pendidikan mampu memenuhi keluhan ini," ungkap H Polma.
Menyikapi masalah itu, Andi Suhaimi mengatakan dirinya menganggap pendidikan adalah satu hal yang sangat penting. Katanya, tanpa pendidikan tidak akan tercapai apa yang kita cita-citakan dan kita tidak akan pernah mencapai yang namanya kemajuan.
"Saya rasa aneh jika ada sekolah yang tidak memiliki guru agama. Bagaimana bisa sukses dalam mendidik, jika tenaga pengajarnya kurang atau tidak ada. Kepala Dinas Pendidikan saya harap secepatnya menemukan solusi menyikapi permasalahan ini," ujar Andi.
Seusai sesi tanya jawab, bupati bersama seluruh Korwil Dinas Pendidikan se Labuhanbatu, kepala sekolah, para kepala dinas dan badan serta puluhan masyarakat ngobrol santai sambil menikmati roti bakar, ikan bakar dan kopi panas malam itu. (BR6/d)