Anak Sekolah Perlu Istirahat Cukup

- Rabu, 20 Agustus 2014 09:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menilai rencana Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyeragamkan waktu dan jam masuk sekolah menjadi enam hari mulai Senin hingga Sabtu kurang tepat. Waktu sekolah lima hari sudah ideal dan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar-mengajar.“Anak didik perlu waktu istirahat yang cukup karena keberhasilan pendidikan, baik secara mikro maupun makro, tidak hanya ditentukan oleh faktor pendidikan sekolah, tetapi juga faktor-faktor lain,” tutur Irman Gusman dalam pernyataannya yang diterima, Selasa (12/8).Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun mengkaji kemungkinan menambah jam belajar bagi anak-anak sekolah pada hari Sabtu. Langkah ditempuh untuk mengakomodasi pihak sekolah gabungan agar bisa menyelesaikan Kurikulum 2013 yang memiliki materi cukup banyak. Dia mengatakan, persoalan ini diserahkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk diputuskan. Hingga kemarin, belum ada putusan soal jam belajar ini (Kompas, 12/8).Aminudin, Sekretaris Yayasan Pendidikan Nusantara, yang mengelola SMP, SMA dan SMK Nusantara, di Semper Barat Cilincing Jakarta Utara, mengatakan, khusus untuk siswa SMK dan SMA telah masuk sekolah Senin-Sabtu. Namun, siswa SMP masih menunggu kesiapan tenaga pengajar untuk menerapkan Kurikulum 2013.“Siswa SMP Nusantara selama ini masuk pada Sabtu, tetapi mereka hanya mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler. Kami tengah menyiapkan tenaga pengajar dan mengalokasikan  ulang jadwal pelajaran agar lebih efektif,” ungkap Aminudin.Irman Gusman menambahkan, waktu libur pada hari Sabtu juga kesempatan pengembangan diri di luar jam pelajaran adalah sesuatu yang sangat penting bagi siswa yang memerlukan alokasi waktu tersendiri. Hari Sabtu dapat digunakan anak didik untuk les tambahan atau ekstrakurikuler sehingga ada pengembangan diri anak di luar sekolah. “Tentu akan berdampak positif untuk mutu pendidikan di sekolah,” katanya.Irman juga mengemukakan, faktor kontekstual juga turut memberikan kontribusi dalam penerapan kebijakan waktu sekolah lima hari, terutama aspek lalu lintas atau pun biaya anak selama kegiatan belajar mengajar. Pemadatan waktu sekolah tentu akan mengurangi dampak kemacetan di jalan. (Kps/d)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Seorang Mahasiswi di Percut Sei Tuan Diduga Dicabuli Oknum Nakes di Klinik

Sekolah

Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Sosial yang Menggerakkan Ekonomi Nasional

Sekolah

SPBU Aek Kota Batu Santuni 150 Anak Yatim dan Duafa

Sekolah

Setubuhi dan Aniaya Anak di Bawah Umur, Polres Tanah Karo Amankan Seorang Pemuda

Sekolah

23 Februari, SMA/SMK/SLB Sumut Kembali Masuk Sekolah

Sekolah

Revitalisasi Tuntas 100 Persen, Tiga SD di Taput Kini Lebih Nyaman dan Representatif