Medan (SIB)
Sekolah-sekolah Kristen pada saat ini sedang menghadapi perjuangan berat untuk tetap eksis dalam menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat. Selain mulai berkembangnya sekolah-sekolah keagamaan lain, sekolah-sekolah negeri juga sudah berkembang. Sekolah-sekolah Kristen harus memiliki kelebihan atau keunikan tersendiri jika tidak ingin tergerus ketatnya persaingan.
“Ini dibuktikan dengan tutupnya beberapa sekolah-sekolah Kristen atau swasta di sejumlah daerah karena kekurangan murid. Mereka berjuang menambah jumlah murid yang akan berdampak pada penerimaan dana BOS. Ini adalah suatu bentuk kompetisi yang tidak sehat. Padahal sekolah-sekolah Kristen atau pun perguruan swasta lainnya adalah partner pemerintah dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat," ujar Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia, Ir David J Tjandra MA usai melantik Pengurus MPK Wilayah Sumut-NAD periode 2019-2024 di Sekolah Kristen Kalam Kudus Medan, Sabtu (29/2).
Pelantikan diawali kegiatan seminar bertajuk "Design thinking untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar" dengan menampilkan dua narasumber yakni Dr Chandra Situmeang dan Hendra Agustinus Marbun MSi yang kemudian dilanjutkan ibadah dengan pengkhotbah Pdt Ventus Simamora MTh.
David menjelaskan kehadiran MPK Wilayah Sumut-NAD diharapkan mampu menyatukan kepentingan masing-masing yayasan/perguruan Kristen. "Para pengurus MPK Wilayah Sumut-NAD tidak lagi berpikir untuk sekolah masing-masing tetapi memperhatikan kepentingan sekolah-sekolah Kristen di wilayah ini," jelasnya.
Sementara Ketua MPK Wilayah Sumut-NAD Drs Binsar Sitorus MPd saat diwawancarai usai pelantikan mengatakan MPK adalah wadah bagi sekolah-sekolah Kristen untuk menyatukan pandangan demi memajukan pendidikan khususnya di Sumatera Utara. "Ini karena mereka sudah punya prosedur dan langkah kerja masing-masing," jelas Binsar yang juga menjabat sebagai pimpinan perguruan dan Kepala SMA Methodist 1 Medan.
Karena itu langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi dengan seluruh sekolah-sekolah Kristen. Setelah itu, katanya, berkonsolidasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut kemudian dengan Komisi X DPR RI. Saat ini jumlah anggota MPK Wilayah Sumut-NAD sebanyak 15 sekolah.
Adapun susunan pengurus MPK Wilayah Sumut-NAD periode 2019-2024 adalah pengurus harian Ketua Drs Binsar Sitorus MPd, Wakil Ketua I Jepri Sipayung MPd, Wakil Ketua II Drs Edward Zega MM, Wakil Ketua III Dra Adelina Silaen MPd, Sekretaris Drs Wilson Siagian MSi, Wakil Sekretaris Drs Aswan Sembiring MPd dan Bendahara Drs Edward Sitorus MSi. Badan pengawas diketuai oleh Pdt Charles Sihombing MTh, Sekretaris Drs Chandra Silalahi MSi dan Bendahara dr Pantas Hasibuan SpP. (R16/c)