Dr Chandra Situmeang: Bukan Sekolah Diliburkan Tapi Kegiatan Belajar Diganti

Redaksi - Rabu, 01 April 2020 18:26 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir042020/_5398_Dr-Chandra-Situmeang---Bukan-Sekolah-Diliburkan-Tapi-Kegiatan-Belajar-Diganti.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Dr Chandra Situmeang SE MSM

Medan (SIB)

Akademisi Universitas Negeri Medan, Dr Chandra Situmeang SE MSM, meluruskan pemberitaan terkait diliburkannya sekolah. Chandra mengatakan bukan sekolah yang diliburkan tapi aktivitas belajar mengajar diganti yang awalnya tatap muka menjadi mode daring. Dia menjelaskan hanya dengan membagikan bahan melalui email atau whatsapp sudah disebut daring.

Siswa dengan bantuan orangtua menggunakan materi yang tersedia secara online baik yang disediakan oleh sekolah maupun kemendikbud untuk belajar secara mandiri. "Jadi bukan sekolah diliburkan tetapi kegiatan belajar mengajar diubah dari tatap muka di sekolah menjadi pembelajaran online secara mandiri. Biasa disebut e-learning," terang Chandra saat diwawancarai lewat WhatsApp, Selasa (17/3).

Dia mengutarakan keputusan sejumlah kepala daerah dan kampus yang mengganti aktivitas belajar mengajar sangat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan Social Distancing. "Masyarakat harus mengurangi kontak satu sama lain. Proporsi jumlah siswa yang cukup besar akan dapat secara signifikan mengurangi kontak antar orang di dalam masyarakat kita. Jadi kita wajib mendukung keputusan ini," ujarnya.

Agar keputusan itu efeknya berdampak maksimal, sebaiknya diterapkan semua kepala daerah. Di sisi lain masyarakat juga harus patuh. "Jika kegiatan di sekolah ditiadakan namun para siswa malah aktif diluar rumah, maka kebijakan ini menjadi sia-sia, bahkan penyebaran Covid-19 makin menggila," jelas pria yang mengajar di prodi Akutansi Unimed.

Kita harus mengikuti arahan ini dengan benar-benar membatasi pergerakan. Karena itu para orangtua harus memastikan dan mengawasi anak-anaknya untuk tinggal di rumah, jelasnya.

Dia juga meyakini universitas-universitas, baik negeri mau pun swasta yang mengganti metode belajarnya, telah mempersiapkannya dengan baik. "Saya rasa semua kampus dapat melaksanakannya, perbedaannya adalah pada kompleksitas media yang digunakan. Justru momen ini memberikan kita kesempatan untuk belajar menggunakan teknologi dalam pembelajaran," katanya.

Dia juga mengimbau para mahasiswa agar tidak keluyuran dan pembelajaran harus dilanjutkan. Pada era sekarang, teknologi memudahkan banyak hal. Kita bisa belajar dari banyak sumber. Dosen hanya jadi fasilitator. Internet telah menyediakan sumber belajar yang sangat lengkap. Hal terpenting adalah kita proaktif mencari bahan yang sesuai.

Terkait pemberitaan hoaks yang disebarkan oleh oknum tak bertanggung-jawab, Chandra meminta masyarakat mengabaikannya dan lebih mempercayai pernyataan resmi dari pemerintah. "Saat ini, sumber dari pemerintah adalah sumber yang terbaik. Mungkin sebagai tambahan dapat membaca dari sumber resmi seperti WHO," jelasnya. (R16/c)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Sosial yang Menggerakkan Ekonomi Nasional

Sekolah

23 Februari, SMA/SMK/SLB Sumut Kembali Masuk Sekolah

Sekolah

Revitalisasi Tuntas 100 Persen, Tiga SD di Taput Kini Lebih Nyaman dan Representatif

Sekolah

Strategi Penguatan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi Lokal dan Peningkatan Kualitas SDM dalam Pembangunan Wilayah yang Berkeadilan

Sekolah

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Sekolah

Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut Kerja Bakti di Sekolah Minggu GPDI Alfa Omega Medan