Tapanuli Utara (SIB)
Sudah hampir satu bulan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) diliburkan akibat pandemi Corona terhitung, Selasa (17/3).
Namun ada hal unik, kini sejumlah guru-guru SD dan SMP memanfaatkan momen libur di tengah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) metode daring dengan memperbaiki mobiler sekolah seperti, meja belajar, kursi, atap ruangan, lantai dan papan tulis yang mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Taput Bontor Hutasoit menyampaikan, saat pelaksanaan perbaikan mobiler sekolah oleh para guru SD dan SMP itu berlangsung pihaknya tetap mematuhi imbauan pemerintah setempat dalam penanggulalangan wabah Corona Virus Disease (Covid-19).
"Kita tetap mengimbau para guru agar tetap pakai masker, cuci tangan sesering mungkin, jaga jarak, kontak fisik dikurangi dan menghindari kerumunan massa, tanpa mengesampingkan belajar dari rumah," ujar Kadisdik ketika dihubungi melalui selulernya, Minggu (12/4).
Ia menambahkan, perbaikan mobiler juga bertujuan agar para siswa lebih nyaman lagi untuk belajar ketika sekolah sudah masuk. Selain itu katanya, atas kegiatan tersebut maka pihak sekolah sudah membantu ekonomi pekerja yang dipekerjakan di sekolah.
Untuk, perkembangan proses belajar dari rumah lanjutnya, masih tetap lancar dengan memberikan pelajaran yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.
Kemudian, belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19 sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. (G01/f)