Komisi X: Indonesia Hadapi Darurat Pendidikan

*Banyak Sekolah Gulung Tikar
Redaksi - Senin, 29 Juni 2020 19:50 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir062020/_558_Komisi-X--Indonesia-Hadapi-Darurat-Pendidikan-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
akurat.co
Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda 

Jakarta (SIB)

Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda menyebut Indonesia sedang menghadapi darurat pendidikan. Menurut dia, di masa pandemi virus Corona Covid-19 ini membuat sistem belajar mengajar tidak berjalan maksimal.

"Kita sedang menghadapi darurat pendidikan di Indonesia. Kenapa darurat pendidikan karena anak-anak tidak maksimal bisa belajar," ujar Saiful dalam diskusi "Pemuda dan Pendidikan di Masa Pandemi", Sabtu (27/6).

Saiful menjelaskan, meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang kegiatan belajar mengajar tatap muka, persoalan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah tetap tidak efektif karena Kemendikbud belum menyiapkan adaptasi kurikulum.

"Yang kedua tidak semua sekolah bisa menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, orangtua tidak punya pulsa, sekolah tidak punya kuota, dan seterusnya," kata dia.

Banyak Sekolah Gulung Tikar

Bahkan, menurut Saiful, dampak dari pandemi virus corona Covid-19 ini mengakibatkan banyak sekolah swasta yang harus gulung tikar.

"Banyak sekolah swasta yang collapse. Dari sekian ribu sekolah banyak yang collapse, karena orang tua tidak bisa bayar SPP dan seterusnya," kata dia.

Atas dasar itu, Syaiful menyatakan bahwa kondisi pendidikan sudah gawat dan harus segera diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud terkait dengan menyiapkan kurikulum adaptif tersebut.

"Kondisi objektif ini, saya menyebutnya darurat pendidikan Indonesia. Jadi, risikonya besar terkait dengan ini," kata dia.

Rumah Belajar Harus Dimaksimalkan

Sementara itu Anggota Komisi X DPR Vanda Sarundajang mengimbau, penyediaan Rumah Belajar bagi program pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus dimaksimalkan agar para siswa, orangtua, dan gurumendapat akses kemudahan belajar dan mengajar.

Rumah Belajar ini disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara gratis di masa pandemi Covid-19.

Sarundajang mengemukakan hal ini saat mengikuti rapat dengar pendapat umum Panja PJJ Komisi X DPR RI secara virtual dengan para pakar pendidikan, Kamis (25/6).

“Saya sepakat untuk memanfaatkan secara maksimal platform Rumah Belajar yang disiapkan free dengan memperkaya konten-konten yang sudah ada. Ini sudah mengurangi beban orangtua untuk menyediakan kuota internet,” ungkap Vanda.

Di Rumah Belajar sudah tersedia konten dan modul bagi para siswa, guru, maupun orangtua. Siswa bisa belajar kapan, di mana, dan dengan siapa pun. Rumah Belajar bisa diakses di belajar.kemdikbud.go.id.

Sebelumnya, para siswa belajar melalui akses internet yang ternyata membuat para siswa bosan. Bagi para siswa kurang mampu, sulit mengikutinya karena harus menyediakan pulsa internet.

"Lebih baik lewat Rumah Belajar yang sudah disediakan Pemerintah. Saya sangat setuju Rumah Belajar ini lebih diefektifkan," ucap Vanda.

Strategi belajar

Komisi X sendiri kini sedang menghimpun masukan dari para pakar pendidikan untuk merumuskan strategi belajar yang efektif dan ideal di masa transisi menuju kondisi normal baru setelah tiga bulan menjalani program PJJ.

Rekomendasi Panja itu, kata politisi PDI Perjuangan ini, akan diberikan kepada Mendikbud. Diakui Vanda, selama ini sebagai orangtua, sebelum ada program Rumah Belajar, selalu mendampingi anak-anaknya belajar sampai larut malam dengan mencari berbagai referensi secara bebas di internet.

Dengan Rumah Belajar, semua yang dibutuhkan siswa ada, baik untuk siswa PAUD, SD, SMP, sampai SMA. (Lip6/Kps.com/p)

Berita Terkait

Sekolah

HKBP Hapus 85 Akun Palsu di Facebook dan Instagram, Lebih dari 100 Akun Resmi Dilegitimasi

Sekolah

Jelang Idulfitri 2026, Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Harga dan Gencarkan Operasi Pasar

Sekolah

Demo, Ormas Kombat Restorasi Indonesia Medan Tegaskan Siap Sikat Mafia Jabatan dan Bandit Proyek

Sekolah

Kasus Anak Masih Perhatian Serius Kepolisian, 9 Kasus Anak Ditangani di Awal 2026 di Pematangsiantar

Sekolah

Penrad Siagian Ajak Semua Pihak Sikapi SE Wali Kota Medan Dengan Bijaksana Berlandaskan Konstitusi

Sekolah

Kapolres Batubara Terima Kunjungan Kalapas Labuhan Ruku Perkuat Sinergi Pengamanan