Medan (SIB)
Koordinator Rumah Baca Indonesia (RBI) 28 Medan Ev Pangihutan Senagustian Hutagalung ST mengatakan, belajar tatap muka yang direncanakan dimulai 2021 membutuhkan guru dengan idealisme ganda. Idealisme ganda adalah membimbing dengan hati berbasis kualitas moral dengan tanpa memerhatikan apa yang bakal diterima. RBI adalah wadah mendidik anak-anak untuk memiliki moral religi yang kuat berdasar ajaran kasih seperti dicontohkan Yesus Kristus.
Hal itu ditegaskannya saat memberi sambutan di Syukuran Advent III menyambut Natal di RBI 28 Jalan Pelangi Medan, Minggu (13/12). Menurutnya, masa pandemi yang membuat anak belajar daring, hasilnya tak maksimal. “Dari sekian jam belajar berbasis digital, mungkin hanya setengah jam konsentrasi penuh. RBI 28 Medan ‘ambil alih’ dengan mengumpulkan anak-anak untuk belajar face to face seperti home scholing, hasilnya maksimal karena yang prioritas diajarkan dan ditanamkan moral hingga anak-anak tahu tanggung jawabnya sebagai makhluk sosial dalam menempa masa depan,†ujar pria pekerja sosial tersebut didampingi pengelola dan pekerja sosial Ev Ruth Imelda Bakara STh.
Penasehat Dr Rosiany Hutagalung MTh menegaskan, idealisme ganda bahwa pembimbing di RBI 28 Medan tidak pernah berharap mendapat gaji rutin. “Semua berserah pada Tuhan. Bahkan ketika lokasi ini hujan menjadi kumuh karena becek, kami berserah pada Tuhan. Perlahan-lahan berkatnya datang dan membenahi melalui donatur dan orang-orang yang tergeruk hatinya mendonasi,†tegasnya didampingi unsur penasihat lainnya seperti Ev Tiopan Tampubolon MTh.
Konsul Jenderal Republik Demokratik Timor Leste di Medan Irawan Maleque berterima kasih karena rutin dilibatkan dalam kegiatan RBI 28 Medan. Khusus acara menyambut Natal 2020 yang memrioritaskan peran anak-anak, khususnya warga RBI 28 Medan kiranya menjadi saluran kualitas sebagai buah yang selama ini diajarkan para pengasuh pada anak-anak. “Tetaplah beri keceriaan pada anak-anak karena secara psikologis membangun prestasi dan kualitas moral,†ujar pria pemegang Dan III seni bela diri tersebut.
Pria yang juga pekerja sosial itu menegaskan, sekalipun sekarang dalam situasi sulit jangan pernah menyerah untuk terus berjuang, karena pada satu titik akan dapat hasil maksimal. “Sesuai keyakinan Kristen, Natal membawa damai dan sukacita dan kegiatan hari ini adalah sukacita bersama,†tutup Irawan Maleque.
Natal bertema The Father's Heart's itu dengan pengkotbah Pdt Daruno Catur Prasetyo M Th dari LPMI Solo diikuti hampir 200 anak dan orangtua yang mengikuti protokol kesehatan. Hadir di kegiatan itu sejumlah tokoh Kristen seperti Ny SB Sitompul, konselor terkemuka bidang keutuhan rumah tangga Tommy, Dema Sinaga dan Selly Tobing. (R10/f)