Enni Pasaribu Usul Mulai SMP Diberi Pendidikan Menenun Kain Khas Daerah

Redaksi - Senin, 18 Januari 2021 10:26 WIB
Foto: SIB/Oki Lenore
PELAJARAN MENENUN : Enni Martalena Pasaribu (depan tengah) bersama sejumlah pekerja seni dan pekerja sosial di Medan, Kamis (7/1).

Medan (SIB)

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Enni Martalena Pasaribu mengulangi permintaannya agar generasi muda mulai sekolah menengah pertama (SMP) beroleh pendidikan menenun kain khas daerah masing-masing di Sumatera Utara (SU). “Saya sudah mengusulkannya, lebih lima tahun lalu. Oleh pemerintah pusat, yang dikabulkan baru penetapan Hari Ulos, tapi pendidikan keterampilan harus ada di sekolah-sekolah khususnya sekolah kejuruan terkait industri kreatif. KMDT minta pengajaran menenun khusus di daerah Tapanuli,” tambah pengacara sohor dan Ketua Koordinator Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) Medan di jeda rapat perdana panitia pelantikan DPD KMDT Sumut di Lembur Kuring Medan.

Minggu (17/1), ia mengunggah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengenakan ulos tampil di live satu stasiun televisi. Enni Pasaribu berterima kasih atas life style mantan Direktur Bank Dunia tersebut. “Jika generasi muda, milenial sudah diajar prakarya menenun, pasti bangga dengan penampilan Menteri Keuangan yang semakin anggun dengan ulos,” jelasnya.

Menurutnya, tiap daerah di Sumut memiliki warisan leluhur yang dibuat berdasar tenunan. Seperti ulos, songket dan sejenisnya. “Indonesia maha kaya. Nenek moyangnya mewariskan harta berlimpah. Harus dilestarikan,” tambah Enni Pasaribu.

Ia meminta, pelajaran menenun tersebut dilakukan dengan pendekatan ekstra kurikuler. Artinya, lanjutnya, dengan cara santai karena dalam menenun diperlukan kreativitas seni yang baik. “Tutorial menenun dapat dilakukan dengan cara virtual. Artinya, di masa pandemi di mana anak didik belajar daring, hingga jadi lebih terarah dengan kegiatan menenun,” tambahnya.

Mengenai rencana pelantikan pengurus KMDT SU yang direncanakan dilakukan di Aula Martabe Kantor Gubernur SU, Ketua Panitia Pelantikan KMDT Sumut, Safitra Tambunan mengatakan, karena panggilan idealis pihaknya ingin pengukuhan dilakukan maksimal tapi tetap mematuhi protokol kesehatan. “KMDT kan untuk mempercepat proses pembangunan Danau Toba. Pengurus KMDT SU wajib menyukseskan program tersebut,” ujarnya didampingi Sekretaris Vera Manullang, Bendahara Mona Rumince Simatupang.

Rapat dibuka Sekretaris KMDT SU Iskandar Simatupang dihadiri sejumlah pengurus KMDT. Di antaranya Enni Martalena Pasaribu, Ali Silaban, pekerja sosial Kennedy Manurung serta sejumlah pekerja seni etnik. “Pelantikan dijadwalkan dilakukan Ketua Umum St Edison Manurung bersama sejumlah tokoh nasional,” ujar Safitra Tambunan. (R10/f)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Pelayanan RS Dinilai Buruk, Johannes Hutagalung Sebut Alasan Usulan Revisi Perda Tentang Sistem Keseatan Kota Medan

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tinjau Perlintasan Tanpa Palang dan Siapkan Usulan ke Kemenhub

Sekolah

Taput Belum Pulih, Bibit Siklon Tropis Intai Hingga Akhir Desember

Sekolah

Kemenhut Selidiki Asal Usul Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumut

Sekolah

Prabowo Usulkan Abolisi untuk Tom Lembong dan Amnesti ke Hasto PDIP

Sekolah

Menteri HAM Tolak Usulan Stafsus soal Kasus Perusakan Rumah Retret Sukabumi