Medan (harianSIB.com) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) di
Kota Medan pada tahun ajaran (TA)baru 2024/2025 optimis mewujudkan
Merdeka Belajar. Hal itu dikatakan Kepala SMAN 15 Medan
Gokman Sianturi dan Kepala SMKN 10 Medan
Julpiner Simanungkalit kepada jurnalis SIB News Network (SNN), Sabtu (13/7/2024)terkait program "
Merdeka Belajar" di Medan. Menurut Gokman, para guru sebagai nakhoda tidak akan membalikkan lagi arah dari kapal
Merdeka Belajar. Disebutkan, segenap guru di daerah ini terus bertekad untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia. "Dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan
Merdeka Belajar," sebutnya. Sementara
Julpiner Simanungkalit mengatakan, seluruh pendidik di
Kota Medan tetap berkeyakinan mewujudkan
Merdeka Belajar, di mana hal ini terlihat dari berbagai hal yang berhasil dicapai bersama dalam empat tahun terakhir. Katanya, di tahun pertama
Merdeka Belajar, pemangku kepentingan memberi kepercayaan kepada guru menilai hasil belajar muridnya. "Kita menerapkan
Asesmen Nasional agar semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif dan menyenangkan," tegasnya. Terpisah
Kadisdik Sumut melalui Sekretaris
Kurnia Utama menegaskan,
Kurikulum Merdeka dimaksudkan, guna memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan, yakni meringankan beban murid berkat pengurangan di sejumlah materi dan penekanan terhadap pemahaman yang mendalam, disamping memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid. (**)