Yogyakarta (SIB)- Pendidikan yang membangun karakter harus menjadi ukuran keberhasilan sekolah, kata Ketua Umum Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Yogyakarta Edy Suandi Hamid."Keberhasilan sekolah bukan sekadar menghasilkan lulusan yang cerdas secara kognitif dan bisa masuk ke lembaga pendidikan terkenal, melainkan juga memiliki karakter yang kuat, seperti kejujuran, kedisiplinan dan etos kerja yang baik," katanya di Yogyakarta, Senin.Berdasarkan pemikiran itu, kata dia, Lustrum 13 SMA Negeri 4 Yogyakarta, sebuah SMA di Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang sejak zaman perjuangan, mengangkat tema "Kebersamaan untuk Membangun Pendidikan yang Berkarakter"."Lustrum 13 SMA Negeri 4 itu akan diisi kegiatan napak tilas, musyawarah nasional dan reuni di Yogyakarta pada 17 Januari 2015," kata Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) itu.Menurut dia, sekolah yang awalnya bernama SMA Perjoangan, kemudian berubah menjadi SMA 4B dan kini SMA Negeri 4 itu berdiri pada 16 Januari 1950 dan telah meluluskan lebih dari 13 ribu siswa."Beberapa tokoh lahir dari SMA itu di antaranya Haryono Suyono yang beberapa kali menjabat menteri, Imam Sufaat (mantan KSAU), dan Darmono (mantan Jaksa Agung)," kata mantan rektor Universitas Islam Indonesia (UII) itu.Ia mengatakan sebagai sekolah yang bersejarah, yang awalnya menampung para Tentara Pelajar Brigade 17 yang baru selesai berperang melawan penjajah, SMA 4 ikut bertanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang memiliki semangat kejuangan dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa yang berdaulat dan bermartabat."Hal itu menjadi sangat relevan di tengah bangsa yang menghadapi persoalan seperti korupsi, kriminalitas, dan narkoba," kata Edy.Kepala SMA Negeri Bambang Rachmawati mengharapkan lustrum ke-13 ini bisa dihadiri para alumni dari seluruh Tanah Air.Menurut dia, kegiatan lustrum akan diawali napak tilas dari gedung SMA Negeri 4 yang sekarang di Karangwaru menuju gedung SMA Negeri 3 Kotabaru yang dulu juga digunakan SMA 4."Kegiatan itu dilanjutkan dengan musyawarah nasional untuk memilih ketua umum dan reuni alumni," katanya. (Ant/q)