JPPI: Pemerintah Harus Jamin Semua Siswa Ikuti UN 2015

- Rabu, 25 Maret 2015 19:59 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Network Education Watch Indonesia (NEW INDONESIA) atau Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) berharap pemerintah harus menjamin semua siswa di seluruh pelosok Tanah Air bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) secara tepat waktu, aman, dan nyaman. "Karena itu Pemerintah harus mengawal bila perlu menjemput siswa yang berada di daerah yang minim fasilitas seperti, jalan atau jembatan," kata Kornas NEW Indonesia atau JPPI Abdul Waidl dalam siaran persnya, Selasa.JPPI juga meminta kepada pemerintah untuk memastikan penyelenggaraan UN berjalan secara baik dan bebas dari kecurangan dan kebocoran soal, baik di perkotaan maupun di pedesaan, khusus untuk daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).Penyelenggaraan UN 2015 tinggal menghitung hari, dimana Pelaksanaan tingkat SMA/setara pada 13-15 April 2015 dan tingkat SMP/setara akan dilaksanakan pada 4-6 Mei 2015 mendatang.Terkait dengan Ujian Nasional online yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebenarnya bertujuan baik, yaitu untuk menghemat belanja anggaran pendidikan dan ingin menanamkan kejujuran dengan meminimalisasi kecurangan, kebohongan jika dilaksanakan menggunakan ujian tulis."Akan tetapi Pemerintah tidak menyadari atau tidak cermat mengantisipasi bagaimana pendanaan pengadaan infrastruktur pendukung untuk dilakukan UN secara online," katanya. Terlebih lagi, lanjutnya, jika memberatkan sekolah dalam pengadaan barang berupa komputer dan sarana pendukungnya.Selain itu Pemerintah terkesan lupa jika pembangunan insfrastruktur di Indonesia ini sangatlah tidak merata alias timpang antara pusat dan daerah antara Jawa dan non jawa. JPPI mengungkapkan di luar Jawa untuk mengakses listrik saja masyarakat masih sulit apalagi jaringan internet. Selain itu Pemerintah juga harus mempertimbangkan kesiapan dari siswa sendiri dalam mengikuti UN online. Pada prinsipnya pelaksanaan UN harus dipermudah bukan malah mempersulit siswa, orang tua dan pihak sekolah, tidak hanya pada persoalan internet dan akses infrastruktur, akan tetapi secara pembiayaan pelaksanaan UN dengan menggunakan sistem online itu akan membutuhkan anggaran yang sangat besar seperti pengadaan komputer, Wifi untuk akses internet, Genset dan lain-lain. (Ant/q)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Sekolah

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Sekolah

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Sekolah

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Sekolah

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Sekolah

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan