Habibie Ingin Ada Sekolah Terpadu Tanpa Kertas

* SMK Harus Diperbanyak Daripada SMA
- Rabu, 19 Februari 2014 18:33 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_Habibie-Ingin-Ada-Sekolah-Terpadu-Tanpa-Kertas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Int
BJ Habibie
Jakarta (SIB)- Teknologi informasi dapat menguntungkan proses pendidikan. Untuk itu, Mantan Presiden RI BJ Habibie ingin Indonesia memiliki Sekolah Terpadu Tanpa Kertas. Habibie menjelaskan, ide sekolah Terpadu Tanpa Kertas itu muncul karena saat ini seluruh anak-anak atau siswa sudah bisa menggunakan tekhnologi. Untuk itu mengapa hal tersebut tidak dimanfaatkan."Sekolah Terpadu Tanpa Kertas untuk memanfaatkan tekhnologi informasi terkini dan canggih," ujar Habibie dalam acara Konvensi Pendidikan PGRI di Gedung Bentara Budaya Jakarta di Jalan Palmerah, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).Habibie ingin, program tersebut bisa dilaksanakan dan dimulai di Jakarta. Yang dibantu dari anggaran pusat dan daerah."Namun harus dibantu dengan kerja sama bersama perusahaan IT yang unggul dan suatu tender internasional," jelasnya.Cara kerja Sekolah Terpadu Tanpa Kertas ini ialah dimana anak-anak dalam belajar tidak lagi menggunakan kertas tapi memanfaatkan tekhnologi. Dimana nanti setiap materi pelajaran dimasukkan kedalam satu applikasi."Presentasi guru juga harus lebih canggih dan harus dipersiapkan. Dan nantinya materi pendidikan dimasukkan kedalam icloud dan harus dipastikan keamanannya agar tidak masuk hal-hal yang tidak sesuai dengan pendidikan," ujarnya.Habibie menambahkan, program ini diharapkan bisa menghapus perbedaan pendidikan antara kota dan desa. "Karena itu dengan adanya ini tidak ada gap. Karena kita bisa selesaikan dengan icloud kaeena dapat materi yang sama," tutup Habibie.SMK Harus Lebih DiperbanyakBJ Habibie menuturkan untuk tingkatkan mutu pendidikan, pemerintah harus memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Karena SMK lebih meningkatkan skill yang bisa menciptakan produktivitas untuk Indonesia."Karena SMK itu menyediakan karyawan-karyawan yang jitu, produktivitas tinggi yang unggul apa saja di bumi Indonesia," jelas Habibie.Habibie menjelaskan, lulusan SMK bisa langsung dikembangkan dan ditempatkan di tempat-tempat sesuai profesinya. Dan langsung bisa diterjunkan ke dunia pekerjaan dengan skill yang baik."Untuk itu saya sampaikan bahwa organisasi guru profesional (OGP) yang mempunyai sub-sub agar SMK harus banyak. Karena kalau SMA pasti tujuannya ke universitas dan tidak semua murid bisa melanjutkan sekolah hingga universitas," jelas Habibie.Habibie menambahkan, bahwa saat ini di zaman tekhnologi skill yang palking penting. "Kita bukan hanya kerja tittle tapi pemerataan skill dan kualitas hidup baik dan menjadi keluarga yang sakinah atau sejahtera," tutup Habibie. (detikcom/ r)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Sosial yang Menggerakkan Ekonomi Nasional

Sekolah

23 Februari, SMA/SMK/SLB Sumut Kembali Masuk Sekolah

Sekolah

Revitalisasi Tuntas 100 Persen, Tiga SD di Taput Kini Lebih Nyaman dan Representatif

Sekolah

Strategi Penguatan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi Lokal dan Peningkatan Kualitas SDM dalam Pembangunan Wilayah yang Berkeadilan

Sekolah

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan

Sekolah

Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut Kerja Bakti di Sekolah Minggu GPDI Alfa Omega Medan