Keluarga Besar SMPN 41 Medan Gelar Paskah Raya

- Rabu, 15 April 2015 22:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib_Keluarga-Besar-SMPN-41-Medan-Gelar-Paskah-Raya.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Tanda Monang Pasaribu
Diabadikan: Kepala SMPN 41 Medan Drs Marolop Hutagaol MPd diabadikan bersama para panitia dan siswa/i usai Perayaan Paskah Raya di GBKP Lau Cih Jalan Bunga Malem VII/Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan serta Viadolorosa (Jalan Salib) dan drama di sek

Medan (SIB)- Perayaan Paskah Raya Keluarga Besar SMPN 41 Medan di GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) di Jalan Bunga Malem VII/Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan, Senin (6/4) berlangsung sukses dan penuh sukacita.

Acara dengan Thema: "Berdoa, Belajar, Berhasil, Menang dan Bangkit Atas Maut" dan Sub Thema: Melalui ibadah syukur dan doa bersama, mensukseskan UN SMPN 41 Medan tahun 2015 berkat karunia doa, belajar, bekerja,  berusaha, berhasil, menang dan bangkit atas maut serta mampu meraih prestasi  tersebut diawali ibadah bersama dipimpin Pdt Eben Ezer Sembiring Depari STh.

Dalam khotbahnya, Pdt Eben Ezer Sembiring Depari mengatakan, Paskah membawa pembaharuan hidup, kematian dan kebangkitan Yesus telah mengalahkan iblis bahkan Kematian Yesus bukan akhir kehidupan yang kekal disediakan Tuhan. Yesus membawa pembaharuan dan harapan baru bagi umat yang percaya kepadaNya, karena bagi Yesus tidak ada yang mustahil.

Selain itu, katanya, Yesus mampu menolong dari kekhawatiran dan sampai kepada pengharapan hidup baru dan bagiNya segala yang tidak mungkin dalam pikiran manusia bisa jadi mungkin sehingga umat percaya diajaknya untuk berserah kepada Tuhan, karena Dia mampu menolong manusia keluar dari kekhawatiran, persoalan ekonomi serta berbagai masalah kehidupan manusia.

Mencermati hal ini, segenap peserta didik sebaiknya tetap memprogramkan atau merencanakan kegiatan setiap hari, baik di rumah maupun sekolah dengan mempedomani Kronis dan Kairos berupa berdoa, belajar, bekerja, berhasil, menang dan bangkit atas maut. 

"Kendati situasi perpolitikan dan perekonomian tidak menentu, tapi Tuhan Yesus memberi kepastian dan memberkati umatNya sampai akhir zaman. Segala pergumulan hidup jika terus berjuang dan berserah kepada Yesus semuanya akan dicukupkanNya," ujar Sembiring mengakhiri.

Sementara Kepala SMPN 41 Medan Drs Marolop Hutagaol MPd menyampaikan terima kasih kepada segenap siswa/i telah berkenan mengikuti program pembelajaran sekolah, yakni belajar melalui ibadah, belajar melalui jalin salib (Viadolorosa) dan belajar melalui retreet.

Dia juga mengharapkan kiranya para siswa/i atau peserta didik agar mempedomani sejumlah pesan khotbah disampaikan pendeta , yaitu Kronis dan Kairos (berdoa, belajar, bekerja, berhasil, menang dan bangkit atas maut) dalam menjalankan proses belajar mengajar kelak anak didik mencapai keberhasilan khususnya siswa/i kelas IX (III) bisa lulus 100 persen pada UN (Ujian Nasional) mendatang.

Ketua  I Panitia Drs Lesson Tarigan menjelaskan, dalam rangka Perayaan Paskah Raya Keluarga Besar SMPN 41 Medan tahun 2015  bagi umat Kristen digelar sejumlah acara, di antaranya ibadah, viadolorosa (jalan salib), drama dan retreet  ke kawasan Sembahe. (A07/d)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Sekolah

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Sekolah

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Sekolah

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Sekolah

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV

Sekolah

Diduga Selewengkan Dana KIP-K, Mahasiswa STAI Al Hikmah Tebingtinggi Mengaku Diminta Kembalikan Bantuan