Ciptakan Siswa Disiplin dan Berkarakter Menjadi Keunggulan Yasop Balige

- Rabu, 15 April 2015 22:29 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/04/hariansib_Ciptakan-Siswa-Disiplin-dan-Berkarakter-Menjadi-Keunggulan-Yasop-Balige.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/ist
Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung, Letjen (Purn) Dr TB Silalahi SH diabadikan dengan peserta SPSB.

Balige (SIB)- Yayasan Soposurung Balige (Yasop)  setiap tahunnya menjadi rebutan ribuan pelajar yang ingin melanjutkan sekolah tingkat atas. Peminat bukan saja dari daerah Sumatera, tetapi juga dari seluruh kawasan Indonesia. Betapa tidak, sejak didirikan tahun 1992 lalu, oleh Letjen (Purn) Dr TB Silalahi SH itu telah menghasilkan ribuan alumni yang berkualitas, baik di bidang disiplin ilmu pendidikan, disiplin dan karakter, serta budaya. Sehingga tidak salah, Yayasan Soposurung SMAN 2 Balige itu masih menjadi primadona dan telah ditetapkan pemerintah menjadi SMA percontohan untuk seluruh SMA Negeri di Indonesia.

Seperti baru-baru ini, ada sebanyak 1888 pelajar terbaik dari berbagai daerah yang turut bersaing mendapatkan posisi untuk 105 siswa baru Yasop. Bukan saja pelajar asal Sumatera, tetapi juga dari luar daerah, seperti dari Papua, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jambi, Lampung, Nias, Riau, Nusa Tenggara Barat, dan hampir ada dari seluruh kabupaten di Indonesia. Untuk bisa lolos, tentunya mereka harus melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat.

“Saya tidak pernah terbayang kalau Yasop ini akhirnya menjadi rebutan pelajar dari seluruh penjuru Indonesia,” tutur Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung, Letjen (Purn) Dr TB Silalahi SH ketika ditemui di lokasi tes Yasop, Jumat (10/4).

Sambil duduk di tangga lapangan Asrama Yasop, Dr TB didampingi Kepala Asrama Mekar Sinurat SH dan Kepala Bidang Kesehatan dan Sosial dr Tota Manurung mengisahkan kenangan 25 tahun lalu sejak berdirinya Yasop. Katanya, Yasop didirikan dengan satu niat yang tulus, yaitu untuk membantu anak-anak dari Bona Pasogit yang orang tuanya kurang mampu. Namun seiring perkembangan jaman, perekonomian masyarakat semakin membaik.

“Cita-cita saya semula hanya ingin membantu anak-anak Bona Pasogit ini yang kurang mampu, itu niat saya 25 tahun lalu. Ternyata, siapa bilang perekonomian di daerah ini tidak ada kemajuan. Bisa kita lihat, beberapa tahun terakhir ini, para pelamar yang datang sudah dengan kendaraan pribadi. Hal itu menandakan bahwa ekonomi masyarakat sudah maju,” paparnya.

“Seleksi setiap tahunnya selalu saya pantau,” kata Dr TB. “Saya selalu sempatkan menyalami orang tua yang hadir membawa anak-anaknya. Justru kadang saya merasa sedih, sebab, tidak semua siswa bisa tertampung. Jika kapasitas ditambah, saya khawatir kualitas pendidikan menurun. Karena, menambah kapasitas harus juga ada penambahan guru-guru nantinya, sementara mendapatkan tenaga pendidik yang berkualitas tidaklah mudah,” bebernya.

Menurutnya, ada berbagai hal keunggulan Yasop sejak berdiri. Yang utama, lulusan Yasop mempunyai daya saing. Bahkan rata-rata 100 persen alumninya lulus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setiap tahun. Bukan itu saja, di Yasop karakter dan disiplin siswa dibangun.

“Selain itu, hasil wawancara dengan beberapa orangtua siswa, para orangtua punya kerinduan jangan sampai anaknya kehilangan identitas diri, sebab, di Yasop dididik tentang budaya. Kemudian, di Yasop aman, sehingga orangtua tidak resah dengan keberadaan anaknya meskipun berada jauh. Berikutnya, jaminan SMA Negeri. Yasop menyediakan asrama dengan penambahan guru-guru berkualitas, namun para siswa asrama sekolah di Negeri yakni SMA Negeri 2 Balige. 

Selanjutnya, telah terbukti bahwa 90 persen alumni Yasop sukses. Sudah berkiprah di semua kementerian, swasta, BUMN, luar negeri,” terang Dr TB.

Terkait keunggulan sekolah tersebut, Mekar Sinurat sebagai kepala asrama menjamin. Dikatakan sampai saat ini selain unggul tentang akademik, juga pembinaan karakter si anak, terutama disiplin. “Ketika mereka masuk asrama, kita garansi disiplin dan berkarakter melalui berbagai pembinaan. Kemudian mereka dididik hidup teratur. Selain kepala asrama dan staf, ada juga dokter asrama, Pamong, dan juga 4 orang pengawas dan pembina dari TNI. Sehingga perkembangan mereka tetap terawasi setiap saat,” tambahnya.

Harapan itulah yang menjadi dambaan setiap orangtua. Para orangtua rela meluangkan waktu dan biaya yang cukup banyak, dengan alasan jaminan mutu pendidikan terhadap anak-anaknya.

Seperti halnya perjuangan seorang ibu Ledy Panjaitan warga Aceh Tenggara ini dengan penuh semangat menggandeng anaknya datang untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPSB) Asrama Yasop yang dilaksanakan di SMAN 2 Balige, Tobasa. Waktu dan biaya tentunya banyak dikeluarkan, mulai dari tiket pesawat, biaya penginapan dan biaya lainnya.

“Sebagai orangtua, kita kepengen anak kita mendapat pendidikan yang berkualitas lebih baik. Ibarat menggali emas, jadi, walaupun lokasi pendidikan ini sangat jauh dari tempat kami tinggal, bahkan berlokasi di pegunungan, namun jaminan pendidikan adalah yang utama. Hal itu yang kami harapkan,” ujarnya.(F01/d)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

KPAD Labura Salah Tarawih di Masjid Nurul Iman

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Sekolah

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Sekolah

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Sekolah

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal

Sekolah

Wali Kota Medan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV