Tanjungbalai (SIB)- Menyemarakkan kegiatan Gebyar Pendidikan dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2015, Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai menggelar aneka perlombaan.
Salah satu perlombaan yang dilaksanakan, debat bahasa Inggris dan lomba cerdas tangkas (LCT) dengan peserta pelajar SD, SMP dan SMA/SMK sederajat. Kegiatan berlangsung mulai 18-28 April 2015.
Sekitar 22 sekolah tingkat SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta se-Kota Tanjungbalai turut mengirimkan pelajarnya untuk jadi peserta lomba termasuk lomba cerdas tangkas.
SMK Negeri 2 berhasil meraih juara 1 LCT dan mampu meraih nilai fantastis, dan dengan mudah menyingkirkan peserta dari sekolah yang merupakan unggulan. Juara 2 diraih Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) dan juara 3 SMA Methodis disusul juara 4 SMAN 5.
Kepala SMKN 2 Teknologi Nelson Hutapea SPd MM yang ditemui SIB, Jumat (17/4) di ruang kerjanya, menyatakan keberhasilan anak didiknya memenangkan lomba LCT, merupakan prestasi yang luar biasa. "Sejak sekolah ini berdiri tahun 2005 lalu, baru inilah meraih juara 1 LCT se Kota Tanjungbalai. Saya jelas bangga dan sangat bangga, karena materi yang ditanyakan dari seluruh mata pelajara sedangkan mata pelajaran. Sementara sekolah ini kan kejuruan,
kalaupun ada mata pelajaran umum hanya beberapa saja," ujar Nelson bangga ketiga anak didiknya itu sukses mengharumkan nama sekolahnya.
Tiga pelajar sebagai peserta LCT. Ketiga pelajar SMKN2 Teknologi yang sukses menyabet gelar juara 1 LCT, yakni Fikal siswa kelas X Tehnik Permesinan 1 (TP 1), Bakti Pardede kelas XI Tehnik Kenderaan Ringan (TKR2) dan Kiki Aprimanto Silalahi kelas XI TP1.
Nelson menegaskan, dirinya bersama Wakil Kepala Sekolah Fauziah ST dan seluruh pendidik, sesuai target pada tahun 2015 SMKN2 sebagai juara umum Gebyar Pendidikan.
"Target kami, tahun ini kita meraih predikat juara umum. Bahkan salah seorang dari yang tiga ini, bernama Fikal menarik simpati Sekretaris Dinas Pendidikan, Hamdani berjanji merekrut Fikal sebagai pengajar les sempoa (alat hitung Tionghoa). Rencananya anak didik saya ini mau dibawa ke Jakarta mengikuti pendidikan dan pelatihan sempoa," kata Nelson mendukung penuh keinginan Hamdani.
Fikal, Bakti dan Kiki ternyata dari keluarga sederhana. Saat dipertemukan dengan sejumlah wartawan termasuk SIB, Fikal yang bertubuh mungil dan selalu senyum ini hidup bersama kakak kandungnya sejak ditinggal ayahnya yang telah meninggal.
Kebutuhan hidup dan biaya sekolah Fikal ditanggung kakaknya yang berstatus PNS. Prestasi yang mereka raih bukan hal yang mudah, seluruh materi pertanyaan berasal dari mata pelajaran umum. Menjawab SIB terkait materi pertanyaan yang diajukan juri, Fikal dengan gamblang mengatakan, "Pertanyaannya gampang," jawab Fikal singkat sembari melempar senyum kepada wartawan.
Nelson menegaskan, Fikal memiliki cita-cita yang mulia. "Anak didik saya yang satu ini cita-citanya mau ikut LKS tingkat Nasional. Saya bangga dan saya sangat mendukung keinginannya. Siapapun dari 118 pelajar di sekolah ini berkeinginan seperti Fikal harus fokus dan tingkatkan prestasi belajar untuk meraih cita-cita yang mereka dambakan, yakinlah akan tercapai dengan kesungguhan dan keikhlasan," ujar Nelson mengapresiasi anak didiknya dan siap bekerja keras meningkatkan prestasi SMKN2 yang dipimpinnya. (D19/h)