Banyak SMP di Lingkar Sinabung Belum Dapat Digunakan

* Diperkirakan PSB SMP N 1 Batukarang Membludak, Butuh Ruang Kelas Baru
- Rabu, 20 Mei 2015 21:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Tanah Karo (SIB)- Akibat erupsi yang belum berkesudahan, banyak gedung SMP di daerah zona merah Sinabung belum bisa dipergunakan. Hal ini mengakibatkan siswa yang hendak melanjutkan pendidikan di tingkat SMP  mencari sekolah terdekat yang aman dari zona merah, salah satunya SMP N 1 Batukarang Kecamatan Payung kabupaten Karo. Oleh sebab itu diperkirakan Penerimaan Siswa Baru (PSB) di SMP tersebut  akan membludak tahun ini, dan  membutuhkan ruang kelas baru(RKB).  Demikian dikatakan Kepala SMPN I Batu Karang  Kamso Bangun  kepada SIB, Senin (11/5).

Dijelaskannya RKB tersebut sangat dibutuhkan karena SMPN I Tiga Nderket yang juga merupakan salah satu SMP terdekat diluar zona merah  sudah sangat sulit dijangkau para pelajar yang berasal dari desa seperti Jandi Meriah, Jeraya, BerasTepu, dan Gurukinayan. “Pilihan terdekat diperkirakan ke sini (SMP Batukarang),” ujar Kamso. Pihaknya juga sudah pernah mengusulkan pembangunan RKB tersebut, namun sampai saat ini belum jawaban pasti dari pihak pemerintah.

SMP Batukarang terdiri 9 lokal, dan hanya 3 lokal nantinya untuk siswa kelas I dengan kapasitas satu lokalnya sekitar 45 siswa.  Kepada Wartawan Kamso Bangun menyampaikan disamping membutuhkan RKB, SMP tersebut juga membutuhkan pagar sekolah. Hal ini mengingat antara SMP dan SDN di desa Batu Karang tidak ada pemisah yang mengakibatkan para siswa SD dan SMP sering berbaur.  Bahkan ada beberapa siswa yang cabut lewat SD tersebut, jelasnya.

Di tempat terpisah, Rani Sembiring warga desa Jandi Meriah menyampaikan bahwa SMP Batu Karang adalah satu-satunya sekolah yang akan dimasuki anaknya di TA baru ini. Karena untuk menuju SMPN I Tiga Nderket jalannya sudah rusak akibat terkena lahar dingin di Desa Sukatendel dan akan mempersulit anaknya menuju Sekolah. “Kita lihat saja nanti kalau memang terjadi pembludakan PSB,” kata Rani. (Dik MAS/y)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Sekda Pimpin Apel Gabungan ASN Pemkab Labura

Sekolah

Pemkab Simalungun Gelar Pasar Murah

Sekolah

Safari Ramadan di Al Munawarah, Wali Kota Apresiasi Kapolrestabes Medan Perangi Narkoba

Sekolah

Timbul Raya Nilai Model Bisnis Koperasi Merah Putih Gagal Sejak Awal

Sekolah

Wali Kota: Ramadan Proses Pembinaan Diri Semakin Dekat Dengan Allah

Sekolah

Era Baru Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat Pada Pemerintahan Presiden Prabowo