Medan (SIB)- Ketua Dewan Pembina Perguruan Teladan Sumut AKBP (P) DR (HC) Drs Toga Sianturi MA bertindak sebagai pembina upacara bendara di Sekolah Swasta Teladan Sumut Jalan Pendidikan Kelurahan Cintai Damai Medan Helvetia yang berlangsung tertib dan hikmad, Senin (1/6).
Acara yang ditandai penyerahan penghargaan berupa tabanas kepada 19 siswa/i berprestasi mahir berbahasa Inggris tersebut diikuti Koordinator Perguruan Teladan Sumut Drs Jongor R Panjaitan, Kepala TK Siti Nurmala, Kepala SD Nova Tobing, Kepala SMP Liston Simangunsong SPd SKom, Kepala SMA Windu Manik SPd, Kepala SMK-1 Anton Sinaga, Kepala SMK-2 Jonner Silaen SPd, para guru maupun pegawai serta siswa/i SDS Teladan Sumut, SMPS Teladan Sumut, SMAS Teladan Sumut, SMKS-1 Teladan Sumut dan SMKS-2 Teladan Sumut.
Dalam sambutannya, Toga Sianturi mengatakan, akhir tahun 2015 masyarakat akan segera memasuki komunitas terintegrasi ASEAN yang disebut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) merupakan bentuk realisasi dan tujuan akhir integrasi ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara sehingga segenap warga harus bersiap menghadapi ketatnya persaingan atau perdagangan bebas dimaksud.
Menurutnya, seiring pasar bebas di bidang permodalan, barang, jasa dan tenaga kerja bertujuan meningkatkan stabilitas perekonomian serta mengatasi masalah ekonomi di kawasan negara-negara ASEAN, maka para siswa/i atau peserta didik harus menyikapinya secara bijak dengan bersinergi dan mempersiapkan diri guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) berkarakter serta unggul.
Dikatakan, salah satu peningkatan SDM adalah kemahiran berbahasa Inggris yang dimiliki anak didik termasuk guru maupun pegawai juga harus mampu berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar setiap hari dalam menjalankan proses belajar mengajar (PBM) atau proses pembelajaran di sekolah.
Lebih lanjut dijelaskan, pada upacara bendera setiap hari Senin bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar untuk membiasakan sekaligus mengukur kemampuan peserta didik berbahasa Inggris dan bagi siswa/i yang dinilai mampu diminta menterjemahkan sambutan atau pidato pembina upacara ke dalam bahasa Inggris bahkan di antara mereka telah mahir diberikan penghargaan berupa hadiah untuk menambah semangat, disiplin dan ketekunan belajar.
Selain itu, katanya, program dari ekstrakurikuler bidang olah raga dan seni terus ditonjolkan di PTSU, yaitu futsal, bola volly, basket, badminton, sepak takraw paduan suara, group band, karate dan paskibraka terhadap peserta didik berbakat kelak memiliki nilai plus setelah tamat atau lulus sekolah.
Katanya, selain penonjolan ekstrakuriker Bahasa Inggris menjadi ciri khas dan menjadi bahasa pengantar di Perguruan Teladan Sumatera Utara bahkan telah terbentuk Kelompok Bahasa Inggris, disamping kelompok mata pelajaran atau bidang studi lainnya secara sistematis dan terprogram.
"Program ekstrakurikuler untuk menyalurkan bakat maupun kreativitas siswa/i secara terus menerus dikembangkan melalui beberapa kegiatan guna mewujudkan visi menjadi pusat pendidikan dan latihan yang profesional dan terdepan di Sumut yang menghasilkan alumni memiliki ilmu pengetahuan,
karakter dan watak serta memiliki Kompetensi tertentu dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetifif," jelas Sianturi juga dikenal mantan anggota DPRD Sumut dan Kabag Wasendak Direktorat Intelpam Poldasu.
Para siswa/i berprestasi mahir berbahasa Inggris, yakni tingkat SMP Meika Putri, Mona Amanda, Jihan Ramadhani, Raihan Ananta, Elsa Vio Nauli dan Rini Oktaviani. Tingkat SMA Widi Yanti, Nova Fransiska T Sagala, Linda Apriyani Aritonang dan Lucyena Sinaga. Tingkat SMK-1: Doni, Nova Julita, Aldilla, Fernando Sibagariang, Ummu, Wella dan Lince Sagala. Tingkat SMK-2 Charly dan Deny. (A 07/ r)