50 Persen Lebih Guru TK, SD, SMP dan SMA di Sumut Belum Sarjana

- Rabu, 22 Juli 2015 17:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Sebanyak 99.387 orang (51,2 persen) dari 194.405 guru tingkat TK, SD, SMP dan SMA di Sumut belum memenuhi kualifikasi pendidikan sarjana (S1). Sementara yang sudah bergelar sarjana (S1) baru mencapai 95.018 orangHal itu dikatakan Kadisdik Sumut melalui Kabid PMPTK (Pengendali Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Suwardi SE MAP kepada SIB melalui telepon selular, Minggu (19/7).Menurutnya, dari 95.018 guru telah memenuhi kualifikasi pendidikan sarjana, maka untuk tingkat TK atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) baru mencapai 25,5 persen, tingkat SD sekitar 30,47 persen, tingkat SMP sekira 72,40 persen dan tingkat SMA mencapai 87,17 persen.Dijelaskan, berdasarkan amanah UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan guru harus berkualifikasi minimal S1 dan bagi yang belum memenuhi diwajibkan meningkatkan kualifikasi pendidikannya guna peningkatan mutu dan kualitas sesuai profesionalisme masing-masing.Lebih lanjut dikatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut setiap tahun memprogramkan bantuan kualifikasi pendidikan bagi 10.000 guru yang terdiri dari 750 guru TK atau PAUD, 6.500 guru SD, 2.000 guru SMP dan 500 guru SMA hingga tuntas tahun 2018.Menyinggung target kualifikasi pendidikan, katanya, sejak tahun 2005 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemrovsu) melalui Biro Bina Sosial telah menganggarkan dana program bantuan pendidikan terhadap 16.000 guru mengikuti jenjang pendidikan tinggi atau kuliah di Universitas Terbuka (UT), yakni 7.942 guru berpendikan D2 ke S1 serta 1.301 guru berpendidikan SLTA menjadi S1.Sedangkan guru yang kuliah di Universitas Negeri Medan (Unimed) tahun 2009 diikuti sebanyak 8.110 orang dan tahun 2010 berkurang menjadi 7.327 orang."Percepatan penuntasan program kualifikasi bagi para guru berpendidikan SLTA dan D2 ke jenjang Sarjana atau Strata 1 sangat terbatas, karena Pemrovsu melalui Disdik Sumut hanya mampu menganggarkan dana kepada 10.000 guru setiap tahun," jelasnya.Oleh karena itu, Disdik Sumut membutuhkan dukungan dari kalangan akademisi, bisnis dan komunitas agar program kualifikasi pendidikan tuntas atau terselesaikan dengan cepat lewat dana pertanggung  jawaban sosialnya. (A07/d)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Sinergi TNI-Polri Bongkar Peredaran Ganja di Siantar, Pria 28 Tahun Ditangkap

Sekolah

KPAD Labura Salah Tarawih di Masjid Nurul Iman

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Sekolah

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Sekolah

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Sekolah

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal