Mendikbud Akan Terapkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti

* Lima Komponen Pendidikan Karakter
- Rabu, 22 Juli 2015 17:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengungkapkan rencana untuk menerapkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti di sekolah-sekolah mulai tahun ajaran depan."Mulai tahun ajaran baru besok, kita akan menerapkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti. Komponennya dari mulai agama dan moral sampai interaksi positif antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat," kata Anies Baswedan , Jumat (17/7).Anies menjelaskan, istilah yang digunakan penumbuhan, bukan pembentukan atau penanaman. Pasalnya, kata Anies, budi pekerti itu sudah ada bibit-bibitnya. Hanya saja, sekarang kita harus menumbuhkan bibit-bibit ini lewat pembiasaan.Menurut Anies, pembiasaan itulah yang harus digalakkan. Misalnya, anak diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, kemudian dirutinkan. Kalau anak membuang sampah tidak pada tempatnya, kita disiplinkan. Lama kelamaan, ini nanti akan menjadi kebiasaan."Jadi, nanti ujungnya budaya bersih. Bagaimana pendidikan bisa menjadi sebuah kebudayaan, itulah prosesnya," Anies. Ia juga menambahkan, naskah Peraturan Menteri (Permen) ini sudah siap, tetapi masih menunggu diundangkan. Kemungkinan menunggu sampai liburan lebaran berakhir.Lima Komponen Pendidikan KarakterAnies Baswedan mengemukakan lima komponen pembentukan karakter siswa. Kelima komponen ini menjadi pilar gerakan penumbuhan budi pekerti yang akan diterapkan mulai tahun ajaran depan."Pendidikan karakter bukan hanya senyum, tapi betul Senyum, Sapa, Salam (3S) itu penting. Ada lima komponen, pertama adalah nilai moral dan agama," kata Anies.Anies melanjutkan, komponen lain adalah kecintaan pada tanah air dan bangsa. Interaksi positif antar warga sekolah juga penting. Yang dimaksud dengan warga sekolah adalah siswa, guru, tenaga pendidik, dan seluruh civitas akademika yang ada di lingkungan sekolah.Selanjutnya, kata Anies, perlu dibangun interaksi positif antara sekolah dengan orang tua. Pasalnya, baik orang tua maupun sekolah sebagai tempat pendidikan anak harus berjalan beriringan. Pada akhirnya, hal itu dikuatkan dengan interaksi positif antara sekolah dengan lingkungan masyarakat."Nah, mulai tahun ajaran besok, kita akan menerapkan namanya gerakan penumbuhan budi pekerti. Komponennya lima itu tadi," kata Anies.(Rol/c)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Sinergi TNI-Polri Bongkar Peredaran Ganja di Siantar, Pria 28 Tahun Ditangkap

Sekolah

KPAD Labura Salah Tarawih di Masjid Nurul Iman

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Sekolah

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Sekolah

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Sekolah

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal