Mengenal Maria, Sang Peraih Medali Emas di Olimpiade Biologi Internasional

- Rabu, 22 Juli 2015 17:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/07/hariansib_Mengenal-Maria--Sang-Peraih-Medali-Emas-di-Olimpiade-Biologi-Internasional.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Tidak pernah terbesit dalam benak siswi SMA Kharisma Bangsa, Maria Patricia Inggriani bisa membawa medali emas dari International Biology Olympiad (IBO) di Aarhus, Denmark. Berkompetisi dengan 241 siswa dari 61 negara diakuinya bukanlah hal mudah seperti membalikkan telapak tangan.Meski sudah banyak mengantongi prestasi di berbagai lomba tingkat nasional dan internasional, namun tidak membuat anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Suryawan (52) dan Ninik (51) ini jumawa. Seperti anak-anak pada umumnya, Maria tetap sempat merasa gelisah."Nggak nyangka karena ada tes praktikum dan teori. Pas praktikum oke, tapi pas teori aku sakit perut. Sebelahku suka ketok-ketok (meja) jadi keganggu, tapi nggak tahu kenapa malah dapat nilai tinggi," cerita Maria saat membagi pengalamannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (20/7)."Teman-teman sangat membantu. Ini semua karena teman-teman juga," imbuhnya.Diakui Maria, adapun kompetitor terberatnya adalah peserta asal Amerika Serikat, Korea, Singapura dan Taiwan. Pasalnya, negara-negara itu sudah mengaplikasikan teknologi memadai di setiap kelas praktikum. Sehingga, siswa tidak lagi kelimpungan karena sudah terbiasa."Kalau di USA, pelajaran sekolahnya sudah pakai alat canggih seperti kuliah jadi siap untuk ikut olimpiade, kalau sekolah kita kan jarang," terang dia.Akan tetapi, keterbatasan bukanlah menjadi penghalang para siswa dalam negeri untuk terus maju berprestasi. Dari kacamatanya, Maria melihat pemerintah Indonesia sudah cukup baik memfasilitasi para siswa-siswi sekolah dari tingkat dasar hingga atas untuk ikut lomba-lomba di kancah internasional."Kalau dibandingkan negara lain, Indonesia sudah berada di tingkat rata-rata. Jadi ada negara yang lebih buruk dari Indonesia dan tidak mengakomodasi. Cukup baik saya rasa," tutur Maria.Perempuan yang memiliki cita-cita sebagai dokter ini pun menyemangati para generasi muda bangsa untuk tidak mudah menyerah mengejar keberhasilan.Jatuh bangun dalam prosesnya, kata Maria, merupakan hal biasa yang dialaminya. Tidak jarang pula, sebagian waktunya habis untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran di sekolahnya saat dia mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) sebelum olimpiade. Sementara anak-anak seusianya asyik berkesempatan kongkow dari satu mall ke mall lainnya.Namun dia tidak menyesali keadaannya. Justru dia sangat bersyukur karena diberi talenta dan kesempatan untuk terus mengembangkan diri saat mengikuti pelatnas, karena bisa memperdalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari materi di sekolahnya."(Di pelatnas) Pelajaran 3 tahun dipadatin jadi seperti 6 bulan. Saat teman-teman lagi istirahat, aku belajar untuk kejar PR-PR sekolah selama ikut olimpiade," kata Maria.Sebagai penghargaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengganjar para juara olimpiade dengan memberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Di mana, medali emas akan mendapat beasiswa penuh sampai menempuh pendidikan hingga program doktoral (S3), medali perak sampai program pascasarjana (S2) dan medali perunggu sampai lulus program sarjana (S1).Maria menyambut baik hadiah dari pemerintah Indonesia. Dia berharap proses kepengurusan beasiswa tersebut tidak berbelit nantinya."Katanya ada beasiswa sampai S3, saya berharap mudah ngurusnya," pungkasnya. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Sinergi TNI-Polri Bongkar Peredaran Ganja di Siantar, Pria 28 Tahun Ditangkap

Sekolah

KPAD Labura Salah Tarawih di Masjid Nurul Iman

Sekolah

Wali Kota Tebingtinggi Tunjukkan Ijazah Asli Usai Dituding Palsu

Sekolah

Aksi Sosial Ramadan, PC Himmah Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil Selama Tiga Hari

Sekolah

ATR Sumut Minta Polemik Surat Edaran Wali Kota Medan Disikapi Bijak

Sekolah

Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal