Johor Bahru (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Sabtu (8/8) meresmikan gedung Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) di Johor Bahru, Malaysia.SIJB diharapkan dapat menampung anak-anak WNI/TKI di wilayah Johor, Melaka, Seremban dan sekitarnya. Sekolah yang sudah dimulai sejak awal 2014 ini menampung 163 murid yang terdiri atas murid kelas satu sampai enam SD, serta murid kelas 7 dan 8 SMP, dan diharapkan pada 2015 akan ada kelulusan untuk SD.Mendikbud mengatakan akan melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Malaysia terkait kesempatan bersekolah terhadap anak-anak pekerja Indonesia yang tidak memiliki kelengkapan dokumen.Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno menjelaskan penyelenggaraan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, khususnya anak-anak buruh migran Indonesia menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait dengan peraturan di Malaysia.Kesepakatan yang dicapai dalam konsultasi tahunan yang diselenggarakan sejak 2004 dan pertemuan bilateral kedua kepala negara, menjadi dasar penyelenggaraan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM/CLC) maupun Indonesian Community Center.Pihak KBRI Kuala Lumpur, kata dia, berpandangan perlu segera dibuat nota kesepahaman tentang penyelenggaraan CLC antara menteri pendidikan kedua negara. Naskah MoU ini sudah cukup lama dibahas sejak 2012 dan hingga saat ini belum mencapai kesepakatan sehingga penandatanganan yang sedianya dijadwalkan saat kunjungan presiden pada Februari 2015 lalu belum dapat terlaksana."Kami berharap naskah MoU ini dapat segera dibahas kembali untuk mencapai kesepakatan dan segera dapat ditandatangani oleh Presiden, karena akan menjadi payung hukum penting bagi keberlanjutan layanan pendidikan anak-anak buruh migran Indonesia di Malaysia," kata Herman. (Rol/q)