BBPOM Minta Sekolah Turut Sukseskan Program PJAS

- Rabu, 12 Maret 2014 20:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Yogyakarta (SIB)- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Yogyakarta meminta sekolah ikut membantu menyukseskan Program Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah melalui pengawasan serta edukasi jajanan sehat kepada siswa.Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawasan Obat dan Makananan (BBPOM) Yogyakarta, Dyah Sulistiyorini di Yogyakarta, Selasa, mengatakan jajanan anak sekolah dasar di daerah setempat masih banyak mengandung bahan berbahaya."Sekolah dapat melakukan pengawasan secara mandiri dan intensif. Kalau BBPOM harus mengawasi seluruhnya setiap hari tentu tidak bisa," katanya.Menurut dia, sekolah dianjurkan untuk memberikan pemahaman terhadap wali murid terkait pengawasan konsumsi makanan berbahan berbahaya melalui pertemuan rutin."Di sini intervensi orang tua  sangat penting untuk memberikan pengawasan serta penanaman pemahaman terhadap anak masing-masing," katanya.Sementara itu, untuk mengurangi maraknya penggunaan serta konsumsi jajanan dengan bahan berbahaya, pihaknya hingga saat ini juga mengupayakan program edukasi di seluruh SD.Dalam kegiatan yang masuk dalam program Pangan Jajanan Anak Sekolah itu, kata dia, pemerintah melalui BBPOM berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan singkat kepada jajaran guru, siswa serta kepala sekolah terkait penanggulangan makanan dengan kandungan bahan berbahaya."Pelatihan tersebut bertujuan untuk menciptakan kemandirian sekolah dalam melindungi siswa dari jajanan berbahaya," katanya.Menurut Dyah masih banyaknya penjualan jajanan dengan kandungan berbahaya lebih banyak disebabkan ketidakpedulian serta ketidaktahuan pedagang, daripada hanya  terkait masalah keuntungan."Kalau masalah keuntungan, saya kira tidak masalah. Para pedagang  bisa menaikkan sedikit harga jual tetapi aman dan sehat," katanya.    Sementara itu, dia menyebutkan, selama ini sampel yang secara positif terkandung boraks, rodamin, serta formalin sesuai hasil uji BBPOM antara lain  terdapat pada jajanan semacam bakso dan es dawet.(Ant/c)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Bupati Sergai Terima Audiensi Kepala BBPOM Medan, Perkuat Sinergi Pengawasan Pangan dan Obat

Sekolah

BBPOM Medan Gelar Forum Konsultasi Publik, Evaluasi Standar Layanan

Sekolah

BBPOM di Medan Vaksin 200 Peserta

Sekolah

BBPOM Medan Peroleh Juara Terbaik 1 Binaan UMKM Obat Bahan Alam

Sekolah

BBPOM Medan Perkuat Pengawasan Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Sekolah

Pemprov Sumut Perkuat Sinergi dengan BBPOM, Garda Terdepan Pengawasan Obat dan Makanan