DPR : K13 Butuh Persiapan Jika akan Dilanjutkan

- Rabu, 09 September 2015 14:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Surabaya  (SIB)- Wakil Ketua Komisi X DPR, Ridwan Hisjam mengatakan konsep pendidikan Kurikulum 2013 (K13) memang bagus, namu masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan dan persiapan karena pada umumnya beberapa sekolah terkesan memaksakan memberlakukan K13 tanpa didahului solusi."Saat pertama kali diterapkan K13, sekolah terkesan dipaksakan tanpa didahului sosialisasi yang memadai, sehingga saat ini Mendikbud sedang merevisinya dan masih belum mengetahui bagaimana hasilnya, apakah akan meneruskan K13 dengan konsep baru atau justru kembali ke KTSP," kata anggota fraksi Golkar seusai menghadiri acara wisuda Universitas Wijaya Putra, Surabaya, Minggu.Ia mengatakan, setelah adanya evaluasi maka diharapkan ada pembenahan agar permasalahan guru pengajar bisa menguasai K13, permasalahan buku yang digunakan dalam K13, maupun permasalahan dana BOS yang digunakan untuk mengatasi permasalahan buku tersebut."Menurut saya pelaksanaan K13 terkesan tergesa-gesa karena perlu dilakukan sosialisasi terlebih dulu kepada guru-gurunya agar tidak mengalami kesulitan seperti sekarang ini, misalnya saja SMA 5 dan SMP 1 Surabaya, bahwa gurunya harus pindah ke sekolah lain untuk menjadi pendamping di sekolah lain," tuturnya.Selain itu, ia menambahkan masalah lain adalah buku, baik buku untuk guru maupun buku siswa, namun di Jawa Timur sudah 17 kabupaten yang mendapatkan buku dari 38 kabupaten kota, sedangkan di tempat lain belum sama sekali menerima buku, seperti di Jambi dan Sulawesi Selatan.Menurut dia yang menjadi permasalahan lain yaitu surat dari Mendikbud yang isinya dana Bos bisa dipakai sementara untuk menyelesaikan persoalan buku, sehingga pihaknya khawatir nanti ke depan jadi "double costing" karena adanya surat itu, maka dana Bos akan dipakai."Dana untuk mempersiapkan K13 ini sekitar Rp3 triliun jadi tidak mungkin dibuang, sehingga seharusnya ada percontohan terlebih dahulu agar tidak menyulitkan berbagai pihak dan diharapkan K13 bisa berjalan lagi dengan hasil evaluasi yang lebih baik lagi," tandasnya. (Ant/c)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Sekda Pimpin Apel Gabungan ASN Pemkab Labura

Sekolah

Pemkab Simalungun Gelar Pasar Murah

Sekolah

Safari Ramadan di Al Munawarah, Wali Kota Apresiasi Kapolrestabes Medan Perangi Narkoba

Sekolah

Timbul Raya Nilai Model Bisnis Koperasi Merah Putih Gagal Sejak Awal

Sekolah

Wali Kota: Ramadan Proses Pembinaan Diri Semakin Dekat Dengan Allah

Sekolah

Era Baru Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat Pada Pemerintahan Presiden Prabowo