Jakarta (SIB)- Cyber-bullying telah banyak mendapat sorotan di media, tapi sorotan tersebut lebih banyak berfokus pada kasus-kasus yang mengundang sensasi dan bukan merupakan kasus yang lebih umum yang terjadi setiap hari terutama di sekolah. Kasus-kasus umum yang sering terjadi banyak yang tidak dilaporkan, padahal hal ini dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang terutama pada si korban. Korban dari cyber-bullying biasanya enggan untuk memberitahu orang tua atau guru. Seringkali mereka merasa malu atau takut haknya untuk menggunakan komputer di rumah dibatasi.Menurut psikolog fenomena cyberbullying lebih berbahaya dibandingkan dengan bullying fisik, karena tindakan ini terjadi selama 24 jam dan rata-rata tidak dapat diawasi oleh orang tua. Psikolog Katarina Ira Puspita yang tergabung di Kasandra And Associates Psychological Practice mengatakan tindakan cyberbullying merupakan salah satu dampak penggunaan teknologi informasi dan tindakan ini sangat berbahaya. Bisa berdampak terhadap tindakan bunuh diri bagi si korban cyberbullying. Tanda-tanda bahwa seorang anak sedang mengalami cyber-bullying bervariasi, namun berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:Mengalami gangguan emosional selama dan setelah menggunakan internetMenarik diri dari teman-teman dan keluargaMenghindari kegiatan bersama dengan teman sekolahBanyak tidur dan mudah meluapkan kemarahan saat berada di rumahMengalami perubahan mood, begitu juga dengan pola perilaku, pola tidur dan pola makanCenderung menghindari penggunaan komputer dan ponselGelisah dan resah saat menerima pesan instan atau e-mailMenghindari pembicaraan tentang komputer atau ponselJika tanda-tanda di atas nampak pada anak Anda atau anak lain di sekitar Anda, bisa jadi ia adalah korban cyberbullying yang memerlukan perlindungan dan bantuan dari orang-orang yang dipercayainya. (Kesekolah.com/q)