Tebingtinggi (SIB)- Dari 2.414 guru yang mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 di Kota Tebingtinggi yang lulus dengan nilai diatas 5,5 hanya 610 orang (25 persen) dan di bawah nilai 5,5 sebanyak 1.805 orang (75 persen) dan tidak ikut ujian UKG sebanyak 234 orang."Kepada mereka yang tidak lulus akan dilakukan perlakuan pembinaan baik itu dengan anggaran pusat dan APBD Kota Tebingtinggi dan bahkan bila memungkinkan melalui biaya mandiri atau sendiri,†jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi Drs H Pardamean Siregar MAP kepada SIB, Selasa (22/12) usai memimpin rapat dengan kepala sekolah dan pengawas se-Kota Tebingtinggi.Selain mennyampaikan hasil UKG yang diselenggarakan pihaknya, diapun menyampaikan Sertifikasi Guru atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan IV sudah tahap proses pencairan dan posisinya sekarang sudah di Bank Sumut, “Harapan kita dalam waktu dekat akan segera dicairkan tentu bagi guru yang sudah memenuhi syarat,†jelas Pardamean sembari menyampaikan kepada guru-guru agar tetap bersabar.“Di akhir tahun 2015 ada sedikit kita merasa kecewa karena semua anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi seperti penghasilan guru Rp 70 ribu per bulan nampaknya tidak bisa direalisasikan pencairannya begitu juga dengan beasiswa yang bersumber dari dana tersebut,†jelas Pardamean sembari mengatakan agar masyarakat Tebingtinggi terutama guru-guru memahami keadaan ini.Terkait masalah dana BOS SD dan SMP yang juga mempunyai hubungan dengan P-APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015 sampai sekarang untuk triwulan IV belum cair, tapi menurut informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara telah menjanjikan paling lama tanggal 28 Desember telah ditransfer ke Bank Sumut Cabang Tebingtinggi.“Agar sekolah memahami hari ini kita mengundang kepala sekolah dan pengawas untuk melakukan sosialisasi. Tujuannya agar kepala sekolah dan pengawas menyampaikan kepada guru-guru dengan jelas untuk tidak bisa dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan kegaduhan akhir tahun di Kota Tebingtinggi,†jelas Pardamean mengakhiri pembicaraannya. (C17/h)