Simalungun (SIB)- Dengan diberlakukan kesepakatan antar negara-negara ASEAN dalam pasar tunggal ASEAN atau MEA, mau tidak mau kita harus dapat menciptakan SDM usia produktif untuk dapat bersaing mengambil peran dan kesempatan dalam moment MEA, bila tidak ingin terlindas atau jadi penonton dan kuli di negeri sendiri. Hal itu dikatakan oleh Jainul Siagian salah satu pemerhati sosial di Kecamatan Bandar.Jainul ketika ditemui di Perdagangan Selasa (5/1) mengatakan, pada MEA, telah ada kesepakatan antar negara ASEAN untuk lebih mempermudah mobilitas barang, jasa, orang atau tenaga kerja antar negara di wilayah ASEAN keluar masuk dari negara ke negara masing-masing.“Kita, pemerintah terutama dunia pendidikan saat ini diharapkan dapat menciptakan SDM-SDM yang tangguh dan siap pakai, harus benar-benar serius dalam meningkatkan skil dan mutu diri, para siswa dan mahasiswanya, dengan harus dapat mencari terobosan-terobosan baru dalam hal peningkatan SDM, bila tidak ingin kalah bersaing dari jutaan tenaga kerja profesional asing yang mungkin sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk bersaing di MEA,†ujarnya.Jainul mengungkapakan dalam menghadapi MEA kita idealnya harus cepat-cepat menyiapkan strategi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang optimal bukan seperti selama ini, dunia pendidikan sepertinya masih terlena dengan berparadigma menjadikan mata pelajaran sebagai kompetensi keberhasilan siswa atau mahasiswa yang seharusnya lebih dari itu yakni bagaimana memanfaatkan mata pelajaran itu sebagai alat yang dapat diaplikasikan untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidup.Jainul berharap agar pemerintah dan dunia pendidikan dapat bersinergi dalam hal peningkatan SDM bagi SDM usia produktif bangsa kita terutama bagi anak didik kita yang saat ini masih berjuang dalam menempah diri melalui pendidikan.“Sinergi yang dibutuhkan saat ini dari pemerintah dan dunia pendidikan adalah mencari terobosan untuk mendirikan sekolah kejuruan yang spesialis dalam satu bidang khusus sehingga dapat memberikan ilmu khusus bagi siswa, berikutnya dapat melakukan kerja sama dengan pihak perusahaan-perusahaan yang maju dan berkembang sehingga dengan adanya kerja sama tersebut melalui perjanjian dan kesepakatan yang dibuat dapat memberikan peluang kesempatan untuk bersaing bagi anak-anak usia produktif yang lagi dalam menempah hidup di dunia pendidikan baik itu para siswa maupun mahasiswa yang ada dinegara kita bukan dengan orang luar dari negara kita,†harap Jainul. (C08/l)