Medan(SIB)- Dua program studi SMK Dwi warna Medan diakreditasi Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Sumut untuk mendapatkan pengakuan peringkat kelayakan.Ketua BAP-S/M Sumut Drs H Daeng Malewa MM di kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara Jalan Cik Ditiro Medan, Kamis (7/1) mengatakan, tujuan dilakukannya akreditasi tersebut untuk memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah atau program yang dilaksanakan berdasarkan standar nasional pendidikan (SNP).“Dengan akreditasi itu kita bisa memberikan pengakuan peringkat kelayakan dan merekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan terhadap sekolah yang diakreditasi,†katanya.Hasil akreditasi sekolah itu,katanya, juga bermanfaat sebagai acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan rencana pengembangan sekolah.Selain itu juga bermanafaat untuk motivator agar sekolah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional.Kepala SMK Dwi Warna Medan Drs Yusran mengatakan, kedua prodi yang diakreditasi tersebut yakni teknik sepeda motor dan teknik komputer jaringan.“Kami menyambut gembira dua dari 10 prodi di SMK Dwi Warna ini diakreditasi untuk anggaran 2015. Dengan demikian saat ini tinggal satu lagi yang belum mendapat visitasi untuk diakreditasi,†katanya.Yusran mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima hasil peringkat akreditasi dari tim asesor BAP-S/M Sumut. Dia berharap akan memperoleh nilai terbaik atau peringkat A.Dari hasil visitasi tim asesor ke sekolah yang berada di Jalan Gedung Arca itu mendapat sambutan baik terkait telah memenuhi syarat dengan melengkapi berkas dan data untuk dinilai.Dijelaskannya, dari 10 prodi yang diasuh di SMK itu, lima di antaranya memperoleh peringkat A, yakni administrasi perkantoran, akuntansi, listrik, audio visual dan otomotif.Prodi bangunan dan mesin memperoleh peringkat B. Sementara satu prodi lainnya yakni rekayasa perangkat lunak masih akan diproses akreditasi.Yusran mengaku belum diakreditasinya rekayasa perangkat lunak karena prodi tersebut masih dalam proses pembenahan sarana dan prasanara.“Kita tidak ingin prodi tersebut tidak memperoleh akreditasi yang baik. Untuk itu terus dilakukan peningkatan fasilitasnya,†kata Yusran.Yusran juga berharap agar pemerintah turut memberikan perhatian terhadap prodi rekayasa perangkat lunak yang masih belum diminati siswa dengan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan praktikum.(A01/c)