Mendikbud: Komunikasi Cegah Anak Ikut Paham Radikal

* Radikalisme Incar Masyarakat Stres
- Rabu, 20 Januari 2016 15:53 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua maupun anak dengan guru dapat mencegah anak ikut paham radikal."Perlu adanya komunikasi intensif antara orang tua dan anak maupun guru dan anak. Dengan komunikasi yang baik, maka dapat mencegah anak masuk dalam paham radikal," ujar Mendikbud usai pelantikan Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB KB-PII) di Jakarta, Minggu.Mendikbud mengatakan terdapat empat hal yang menyebabkan anak berubah, yakni narkoba, mengalami kekerasan, pornografi, dan pikiran menyimpang. Pikiran menyimpang di sini lebih pada paham radikal."Ketika muncul masalah itu, segera lakukan komunikasi yang intensif dengan anak. Jangan sampai anak menjadi korban," jelas dia.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga dalam waktu dekat akan mengeluarkan panduan singkat mengenai cara menghadapi tindakan terorisme itu.Panduan singkat itu, terdiri atas dua bentuk, yakni pertama panduan untuk guru dalam berbicara dengan siswa tentang kejahatan terorisme dan kedua panduan bagi orang tua untuk bicara terorisme dengan anaknya.Ketua Umum PB KB-PII Nasrullah Larada mengatakan radikalisme muncul akibat pemahaman yang tidak berbasis pada nilai ke-Islaman. Radikalisme juga penuh dengan warna kekerasan. "Sejatinya perlawanan yang sungguh-sungguh dapat menghentikan dan menangkal aksi terorisme adalah hanya melalui pendidikan. Pendidikan sangat berperan dalam mencegah radikalisme," kata Nasrullah.KB-PII menaruh perhatian besar pada bidang pendidikan dan turut memberikan sumbangsih melalui sumber daya dan kepakaran yang dimiliki."Pendidikan haruslah berorientasi pada pemecahan masalah dan pemenuhan kebutuhan bangsa. Sehingga dunia pendidikan kita bukanlah duniia asing yang berjarak dengan apa yang dibutuhkan," jelas Nasrullah.KB-PII merupakan "organisasi lanjutan" bagi kader Pelajar Islam Indonesia yang telah purna tugas strukturnya di PII atau organisasi kepelajaran yang memiliki komitmen kebangsaan yang disemangati oleh komitmen ke-Islaman.RADIKALISME INCAR MASYARAKAT STRESSejumlah kota besar di Indonesia menjadi incaran paham radikalisme karena tingkat stres masyarakatnya yang tinggi, kata Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Abuddin Nata."Gerakan radikal umumnya muncul di kota-kota besar karena orangnya stres akibat aktivitas kerja, kemacetan lalu lintas, dan faktor lainnya," katanya di Bekasi, Minggu.Pernyataan itu disampaikan Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah dalam seminar pendidikan "Peran Pendidikan Agama dalam Membentuk Karakter Anak" di Alexandria Islamic School Bekasi, Jawa Barat.Menurut dia, situasi masyarakat kota besar relatif sangat mudah dipengaruhi paham radikalisme dengan iming-iming peningkatan status dan ekonomi masyarakatnya."Problem politik dan ekonomi di kota besar lebih mudah dijual dalam masyarakat seperti itu. Agama hanya dijadikan alat untuk melegitimasi seolah kekeliruan itu dibenarkan oleh ajaran agama," ujarnya.Adapun salah satu modus yang dilakukan oleh kaum radikal adalah dengan mengambil alih Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di lingkungan masyarakat."Dakwah masih banyak yang menyampaikan kekerasan, seperti masjid dikuasai komunitas radikal," katanya.Abuddin menilai aksi teror dari kalangan radikalisme sulit untuk dideteksi dini karena pergerakannya yang tertutup."Negara superpower saja masih kebobolan," katanya.Meski demikian, dia mengapresiasi sikap Polri dan TNI yang dapat mengatasi kasus itu secara cepat dan profesional."Namun, saya anggap penanganan kasus itu sebuah keberhasilan kepolisian dan TNI serta aparat keamanan lainnya," katanya. (Ant/y)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

Aswin Parinduri: Akses Jalan Pantai Barat Terancam Lumpuh, Jembatan Merah–Muarasoma Nyaris Putus

Sekolah

BBPOM Medan Minta Masyarakat Menjadi Konsumen Cerdas

Sekolah

Ketum Projamin : Segera Cabut Surat Edaran Walikota Medan

Sekolah

Pemprov Sumut Raih Opini Kualitas Tinggi Pelayanan Publik 2025, Wagub Surya Targetkan Kualitas Tertinggi 2026

Sekolah

Polres Tanjungbalai Sosialisasikan KUHP Baru dan Tertib Berlalulintas Bagi Pelajar

Sekolah

Dinas Pertanian Pacu Program Peningkatan Pangan